Breaking News:

Luar Negeri

Bumi Semakin Panas, Orang Akan Mati Tanpa AC, Apa Iya? Ini Penjelasannya

Diperkirakan, hanya dalam 50 tahun lagi atau tahun 2070, sebanyak 2 miliar hingga 3,5 miliar penduduk Bumi, sebagian besar berstatus orang miskin

Editor: M Nur Pakar
AFP/dpa/File /Hauke-Christian Dittrich
Para ilmuwan telah mempermasalahkan penelitian misterius pemerintah AS tentang sinar matahari dapat mengurangi kelangsungan hidup virus Corona. 

Dengan cara yang tidak biasa untuk melihat perubahan iklim, sebuah tim ilmuwan internasional mempelajari manusia seperti halnya beruang, burung, dan lebah untuk menemukan "ceruk iklim" tempat peradaban berkembang.

Mereka melihat ke belakang, sekitar 6.000 tahun lalu dengan titik suhu yang sangat bagus bagi umat manusia: Suhu tahunan rata-rata antara 52 dan 59 derajat F atau 11 hingga 15 derajat Celcius.

Kita memang  hidup di tempat yang lebih hangat dan lebih dingin dari itu, tetapi semakin lama semakin panas.

Para ilmuwan melihat tempat-tempat yang diproyeksikan menjadi lebih panas dan menghitung setidaknya 2 miliar orang akan hidup dalam kondisi tersebut pada 2070.

Saat ini sekitar 20 juta orang tinggal di tempat-tempat dengan suhu rata-rata tahunan lebih dari 84 derajat (29 derajat Celcius), jauh melampaui suhu awal.

Daerah itu kurang dari 1% dari tanah Bumi, dan sebagian besar dekat Gurun Sahara, termasuk Mekkah, Arab Saudi.

Tetapi karena dunia menjadi lebih ramai dan lebih hangat, studi menyimpulkan petak besar Afrika, Asia, Amerika Selatan dan Australia kemungkinan akan berada dalam kisaran suhu yang sama.

Dari 1 miliar hingga 3,5 miliar orang, akan bergantung pada pilihan perubahan iklim yang dilakukan umat manusia selama setengah abad berikutnya, menurut penulis utama, Chi Xu dari Universitas Nanjing di Cina.

Dengan uang yang cukup, "Anda bisa hidup di bulan," kata Scheffer.

Tetapi proyeksi ini tidak layak untuk orang biasa, untuk orang miskin, untuk rata-rata warga dunia.

Tempat-tempat seperti Nigeria yang miskin, dengan populasi yang diperkirakan bertambah tiga kali lipat pada akhir abad ini akan kurang mampu mengatasinya, kata rekan penulis studi, Tim Lenton, seorang ilmuwan iklim dan direktur Global Systems Institute di University of Exeter di Inggris .

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved