Senin, 11 Mei 2026

Corona Serang Dunia

Inggris Susul AS, Korban Virus Corona Tertinggi di Dunia

Kerajaan Inggris melaporkan jumlah korban virus Corona, Covid-19 harian terus meningkat, khususnya pada Selasa (5/5/2020).

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP/Owen Humphreys / POOL
Para staf rumah sakit Nightingale Hospital (NHS) di Sunderland, timur Inggris mempersiapkan 420 tempat tidur pasien virus Corona, Selasa (5/5/2020). 

SERAMBINEWS.COM, LONDON - Kerajaan Inggris melaporkan jumlah korban virus Corona, Covid-19 harian terus meningkat, khususnya pada Selasa (5/5/2020).

Inggris menyusul Italia dengan jumlah kematian akibat virus corona tertinggi kedua di dunia setelah Amerika Serikat (AS).

Sedangkan sejumlah negara Eropa lainnya mulai melongarkan lockdown atau penguncian .

Pertanda suram datang dari Inggris ketika kematian global mencapai 252.000 orang, mayoritas di Eropa.

Sedangkan di seluruh dunia, sudah lebih dari 3,6 juta orang positif virus Corona, menurut data dari Johns Hopkins University .

Dari jumlah itu, lebih dari 252.000 telah meninggal dunia.

Di Amerika Serikat sendiri, lebih dari 1,1 juta kasus COVID-19 yang dikonfirmasidan lebih dari 69.000 orang Amerika meninggal.

Inggris Akan Buka Lockdown, Yakin Sudah Lewati Puncak Wabah Corona

Pembalap Sepeda Inggris Sudah Seperti Mendaki Gunung Everest

Klub Liga Premier Inggris Komit Selesaikan Kompetisi, Takut Rugi Besar

Sedangkan beberapa negara yang paling parah terkena dampak akhirnya melihat angkat kematian dan infeksi baru terus turun.

Tetapi Amerika Serikat, tempat pandemi itu telah merenggut 68.700 orang, memperingatkan lonjakan lebih lanjut dalam kematian dan Rusia menjadi hotspot baru infeksi di Eropa.

Kematian di Inggris sudah lebih dari 32.000 orang, menurut angka terbaru dari Kantor Statistik Nasional, angka tertinggi di Eropa.

"Tidak ada negara yang melaporkan data pendaftaran kematian secepat, sesering, atau seluas dan sedalam Inggris," kata Nick Stripe, Kepala Analisis Kesehatan di ONS di Twitter.

Di tempat lain di Eropa, Italia, Spanyol, dan Prancis yang dilanda kekerasan telah melaporkan kenaikan, tetapi memberi harapan kehidupan hidup akan normal kembali.

Banyak pemerintah di barat mulai mengurangi langkah-langkah tinggal di rumah dalam upaya untuk menghidupkan kembali ekonominya yang hancur.

Tetapi, para ahli memperingatkan resesi global saat ini tidak terlihat dalam beberapa dekade sebeumnya.

Pasar keuangan melihat cahaya di ujung terowongan, karena bisnis di Eropa dan Amerika Serikat secara tentatif dibuka kembali, dan harga saham dan minyak mulai menguat pada Selasa (5/5/2020).(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved