Rabu, 13 Mei 2026

Corona Serang Dunia

Kasus Covid-19 Rusia Terus Melonjak

Kasus korban virus Corona, Covid-19 terus melonjak di Rusia, sudah berjumlah 155.000 kasus sampai Selasa (5/5/2020).

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP/Alexander NEMENOV
Seorang pejalan kaki berjalan di sepanjang jalan Moskow, Rusia yang tampak kosong dari lalulalang kendaraan, seiring lockdown masih diberlakukan pada Selasa (5/5/2020). 

SERAMBINEWS.COM, MOSKOW - Kasus korban virus Corona, Covid-19 terus melonjak di Rusia, sudah berjumlah 155.000 kasus sampai Selasa (5/5/2020).

Sehingga, Pemerintahan Rusia, dibawah Presiden Vladimir Putin dinilai harus berjalan di atas seutas tali, antara menghembuskan kehidupan ekonomi yang terhenti atau mencegah gelombang baru infeksi mematikan itu.

Menggarisbawahi peringatan dari para ahli, Washington memperkirakan tingkat infeksi COVID-19 di AS dapat melonjak delapan kali lipat menjadi 200.000 orang sehari pada 1 Juni 2020.

Bahkan, angka kematian harian di AS bisa meningkat menjadi 3.000 orang.

Sedangkan Rusia melaporkan jumlah tertinggi infeksi baru di antara negara-negara Eropa, totalnya sudah lebih dari 155.000 kasus.

"Ancaman tampaknya meningkat," kata Wali Kota Moskow, Sergei Sobyanin seraya mendesak warga untuk menghormati aturan tinggal di rumah.

Presiden Rusia Beri Medali Penghargaan PD II untuk Kim Jong Un

Rusia Catat 10.000 Korban Corona Dalam Sehari

Presiden Chechnya Ancam Bunuh Wartawati Rusia

Mengenakan masker pada metro Moskow akan segera diwajibkan.

Seorang perwakilan mengatakan kepada AFP, penutup wajah dan sarung tangan sudah dijual di mesin penjual otomatis di stasiun.

Namun penguncian memiliki efek samping yang tidak diinginkan, kasus kekerasan domestik yang dilaporkan di Rusia meningkat lebih dari dua kali lipat.

Sedangkan kawasan Eropa lainnya, jutaan orang mulai lega, pasca pelonggaran lockdown awal pekan ini.

Warga tampak sangat senang diizinkan keluar rumah, meskipun ada kecemasan atas kehancurna perekonomian yang ditimbulkan pandemi dan ancaman gelombang kedua infeksi yang sangat ditakuti.

"Kita semua masih takut," kata Cristina Jimenez di Spanyol.

"Siapa yang belum kehilangan pekerjaan, mungkin akan kehilangan pekerjaan itu dalam beberapa bulan mendatang," katanya.

"Tapi yang penting, kita baik-baik saja,” tutupnya.

Seorang wanita membeli dan memakai masker di mesin otomotis pembelian masker di kereta api bawah tanah Moskow, Rusia, Selasa (5/5/2020).
Seorang wanita membeli dan memakai masker di mesin otomotis pembelian masker di kereta api bawah tanah Moskow, Rusia, Selasa (5/5/2020). (AFP/Alexander NEMENOV)

Di Jerman, yang selangkah lebih maju dari negara tetangganya akan membuka restoran kembali di beberapa daerah, paling cepat pertengahan Mei 2020.

Sebaliknya, Pemerintah Perancis bersiap melonggarkan lokcdown mulai pekan depan.

Namun,  Wali Kota Paris mengumumkan beberapa jalan yang sibuk akan disediakan untuk sepeda untuk mencoba membatasi orang banyak pada transportasi umum.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved