Luar Negeri
Menara Abbco 48 Lantai di Sharjah, UEA Terbakar
Gedung pencakar langit 48 lantai, Abbco Tower di Sharjah, Uni Emirat Arab (UEA) terbakar hebat pada Selasa (5/5/2020) malam.
SERAMBINEWS.COM, DUBAI – Gedung pencakar langit 48 lantai, Abbco Tower di Sharjah, Uni Emirat Arab (UEA) terbakar hebat pada Selasa (5/5/2020) malam.
Sebanyak sembilan orang dilaporkan terluka dalam kebakaran itu.
Tim Pertahanan Sipil langsung menuju lokasi kejadian seusai mendapat laporan dari warga sekitar pukul 09.00 malam.
Seluruh warga yang berada di Menara Abbco dievakuasi.
Dari rekaman video terlihat percikan api membakar mobil yang parkir di bawahnya.
Menara 190 meter itu merupakan salah satu bangunan tertinggi di Sharjah, yang dibangun oleh salah satu dari tujuh syeikh UEA.
Kobaran api mulai terlihat sekitar jam 9 malam dan pihak berwenang tidak memberikan rincian penyebab kebakaran itu, yang membara hingga Rabu (6/5/2020 dinihari.
• Uni Emirat Arab Luncurkan Layanan Nikah Online Saat Wabah Corona, Ini Tahapannya
• Arab Saudi dan UEA Terancam Bertikai
• VIDEO Kebakaran di Samar Kilang Hanguskan 6 Ruko. Mobil Pemadam Tak Datang, Warga Siram Pakai Ember
Petugas pemadam kebakaran menggunakan truk tangga untuk menyemprotkan air ke dalam gedung, yang dinding-dinding semennya hangus terbakar.
Warga Suriah, Fadlallah Hassoun, yang baru saja buka puasa di apartemennya di menara itu, mengatakan ada alarm peringatan kebakaran.
Dia langsung menggendong kucing putih Vodka, yang dia selamatkan dari gedung.
"Saya dan keluarga langsung turun dengan semua yang baru saja kami miliki dan apa yang baru saja kami beli dan kami segera turun," kata Hassoun.
Banyak orang lain juga meninggalkan gedung itu dengan tidak membawa apa-apa, selain masker untuk mencegah pandemi virus Corona.
Hassoun memuji pihak berwenang karena sudah bergerak cepat membantu penghuni menara.
"Mereka mengambil kami, sehingga mereka dapat melihat apa yang bisa mereka lakukan untuk kami dan membantu kami karena sekarang kami keluar dan kami tidak tahu apa yang akan kami lakukan," katanya.
"Kami hanya menunggu di jalan dan melihat apa yang terjadi,” katanya.