Ramadhan 1441 H
Begini Pernah Dijelaskan Rasulullah SAW Fenomena Meninggal Mendadak
Namun soal fenomena meninggal mendadak ternyata pernah dijelaskan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam.
Namun soal fenomena meninggal mendadak ternyata pernah dijelaskan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam.
SERAMBINEWS.COM - Langkah, rezeki, pertemuan dan maut adalah rahasia illahi.
Tak ada seorang pun tahu kapan ia akan meninggal.
Beberapa waktu lalu, seorang gadis Malaysia viral di media sosial.
Izzah gadis asal Malaysia itu meninggal mendadak saat berbelanja di minimarket.
Keadaan Izzah yang meninggal mendadak itu bahkan sempat membuah heboh.
Beredar kabar Izzah meninggal mendadak itu lantaran virus corona, wabah yang sedang merebak di China.
Namun setelah diklarifikasi pihak keluarganya, Izzah murni meninggal mendadak.
• PKN STAN Tak Buka Pendaftaran, Milenial Ambyar, Kicauan Jadi Trending Topik
Setiap orang yang meninggal mendadak ini tampak mengalami hal serupa.
Dalam keadaan sehat, mereka masih beraktivitas seperti biasanya.
Namun, secara tak terduga tiba-tiba mereka ambruk.
Mereka terjatuh, tergeletak lalu meninggal dunia.
Dalam medis kejadian tersebut kerap disebabkan karena serangan jantung.
Kendati begitu yang dimaksud kematian mendadak ialah yang terjadi tanpa sebab jelas.
Semisal tidak adanya gejala serangan jantung, sakit, atau pun kecelakaan.
Kematian mendadak tanpa didahului sebab dan tak bisa diprediksi.
• Puluhan Warga Bener Meriah Jalani Tes Swab, Bupati Sarkawi Imbau Warga jangan Panik
Di samping fenomena itu, tentu kematian pasti akan memang akan menghampiri semua makhluk di alam semesta ini.
Namun soal fenomena meninggal mendadak ternyata pernah dijelaskan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam.
Dilansir tribunjabar.id dari almanhaj.or.id dan berbagai sumber lainnya, Rasulullah SAW pernah menjelaskan misteri kematian mendadak itu merupakan salah satu tanda-tanda kiamat.
Sebagaimana yang diriwayatkan dari Anas bin Malik, bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
نْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ ، رَفَعَهُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : مِنِ اقْتِرَابِ السَّاعَةِ أَنْ يُرَى الْهِلالُ قِبَلا ، فَيُقَالُ : لِلَيْلَتَيْنِ ، وَأَنْ تُتَّخَذَ الْمَسَاجِدَ طُرُقًا ، وَأَنْ يَظْهَرَ مَوْتُ الْفُجَاءَةِ
“Sesungguhnya di antara dekatnya hari kiamat, hilal akan terlihat nyata sehingga dikatakan ‘ini tanggal dua’, masjid-masjid akan dijadikan jalan-jalan, dan munculnya (banyaknya) kematian mendadak." (HR. Thabrani dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih al-Jami' al-Shaghir no. 5899)
Para ulama menyebut kematian mendadak sebagai kematian tak terduga yang terjadi dalam waktu singkat.
Dalam kasusnya seperti yang dialami orang yang terkena serangan jantung.
Sebenarnya sudah ada banyak kasus serupa.
Bagaimana seseorang yang sehat tiba-tiba meninggal dunia.
Banyak orang yang sedang berolahraga tiba-tiba meninggal.
Berapa banyak pula orang yang sedang melakukan maksiat, berzina pun mendadak sekarat.
Sebaliknya, ada pula kasus kematian mendadak juga kerap terjadi pada seorang muslim.
Kematian mendadak juga kerap terjadi saat seseorang sedang melaksanakan ibadah.
Semisal melaksanakan salat, bahkan ada pula seseorang meninggal mendadak saat sedang membaca ayat suci Al Quran.
Dalam Islam, muslim yang meninggal dalam keadaan ibadah dikenal sebagai meraih husnul khatimah.
Dalam Islam, seorang muslim meninggal mendadak dalam keadaan beribadah, maka alangkah nikmatnya kematian tersebut.
Sebagaimana pernah diriwayatkan dari Aisyah radliyallah 'anha, berkata, "Aku pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengenai kematian yang datang tiba-tiba. Lalu beliau menjawab,
رَاحَةٌ لِلْمُؤْمِنِ وَأَخْذَةُ أَسَفٍ لِفَاجِرٍ
"Itu merupakan kenikmatan bagi seorang mukmin dan merupakan bencana bagi orang-orang jahat." (HR. Ahmad dalam al-Musnad no. 25042, al-Baihaqi dalam Syu'ab al-Iman no. 10218. Syaikh al Albani mendhaifkannya dalam Dha'if al Jami' no. 5896)
Meski begitu dalam hadist berikutnya, kematian mendadak pun merupakan kemurkaan Allah bagi orang dzalim.
Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud dan Aisyah radliyallah 'anhuma, keduanya berkata, "Kematian yang datang mendadak merupakan bentuk kasih sayang bagi orang mukmin dan kemurkaan bagi orang dzalim." (HR. Ibnu Abi Syaibah dalam al Mushannaf III/370, dan al-Baihaqi dalam al-Sunan al Kubra III/379 secara mauquf).
Hikmat dari misteri kematian mendadak ini adalah agar seseorang memperhatijan dirinya.
Seorang mukmin maupun umat manusia melihat fenomena ini sebagai tanda.
Allah SWT memperlihatkan kekuasaan-Nya melalui tanda kematian mendadak tersebut.
Melainkan agar umat manusia lainnya segera kembali dan bertaubat kepada-Nya.
Dikutip dari sumber yang sama, almanhaj.or.id, Imam Al Bukhari pun pernah mengingatkan tentang kematian mendadak tersebut melalui syairnya seraya menasihatkan untuk memperbanyak amalan.
Beliau rahimahullah berkata :
اِغْتَنِمْ فِيْ الْفَرَاغِ فَضْلَ الرُكُوْعِ فَعَسَى أَنْ يَكُوْنَ مَوْتُكَ بَغْتَةْ
كَمْ صَحِيْحٍ رَأَيْتَ مِنْ غَيْرِ سُقْمٍ ذَهَبَتْ نَفْسُهُ الصَّحِيْحَةُ فَلْتَةْ
"Manfaatkanlah di saat longgar keutamaan ruku’ (shalat, ibadah); kemungkinan kematianmu datang tiba-tiba;
Berapa banyak orang sehat yang engkau lihat tanpa sakit; jiwanya yang sehat pergi dengan mendadak."
Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata, "Sungguh ajaib, bahwa kematian secara mendadak ini juga menimpa beliau -imam Bukhari- sendiri." (Hadyus Saari Muqaddimah Fathul Baari, Ibnu Hajar, hal. 481)
Dengan memahami kematian mendadak sebagai tanda kiamat ini tentu menjadi hikmah bagi muslim dan umat manusia untuk mempersiapkan diri.
Bagaimana setelah kematian setiap insan akan mendapatkan balasan dari amal yang dikerjakannya di dunia.
• Tak Nyaman Terus Didesak Untuk Bunuh Hakim Jamaluddin, Saksi Liber Sempat Pura-pura Ditangkap Polisi
Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Misteri Meninggal Mendadak Dijelaskan Rasulullah sebagai Tanda Kiamat, Bagi Muslim sebagai Nikmat,