Breaking News:

Berita Aceh Selatan

Terkait Jalan Geureutee, Kaukus Peduli Aceh Usulkan Pembangunan Spiral Bridge

Di lintas Paro dan Gurutee perlu diperbaiki tarsenya agar menghilangankan tikungan yang kecil-kecil dan tanjakan yang tinggi.

Penulis: Taufik Zass | Editor: Taufik Hidayat
hand over dokumen pribadi
Hasbar 

Laporan Taufik Zass | Aceh Selatan

SERAMBINEWS.COM, TAPAKTUAN - Kaukus Peduli Aceh (KPA) mendesak agar tahun depan Pemerintah Pusat sudah memulai perencanaan Pembangunan Jalan Lintas Gunung Paro dan Gureutee mengingat hal ini sangat penting dapat segera direalisasikan 2-3 tahun ke depan demi menumbuhkan sektor perekonomian dan aksesibilitas masyarakat di wilayah barat selatan Aceh.

"Tidak harus dibangun terowongan karena terlalu besar biayanya, secara teknis cukup rumit, struktur batuannya tidak mendukung/batuan lepas, maka pemerintah bisa mendorong hadirnya ide Spiral Bridge Geurutee misalkan, dalam rangka mengoptimalkan aksebilitas dan daya dukung pertumbuhan ekonomi di Barat Selatan," ungkap Koordinator KPA, Muhammad Hasbar Kuba, Rabu (06/05/2020) malam.

Hasbar berharap seluruh elemen terutama DPR RI dari Aceh dapat bersama-sama mendukung rencana pembangunan aksesibilitas Barat Selatan melalui via Gureutee dan Paro ini.

"Jika Spiral Bridge Geurutee ini berhasil maka akan menjadi yang pertama di Indonesia. Lebih murah, perawatan lebih gampang, akan menjadi ikon wisata baru Aceh dengan view yg luar biasa indahnya, hanya saja lebih panjang sedikit (14) km," ungkapnya.

Jika ini bisa diwujudkan, tambah Hasbar, maka daerah sekitarnya akan jadi pusat pertumbuhan baru, terutama sektor pariwisata, nantinya bisa dibangun hotel bintang 5 dan lapangan golf internasional di puncak gureutee atau berbagai wacana lainnya yang mampu mendongkrak kemajuan sektor wisata dan ekonomi masyarakat.

"Gereutee kelak akan jadi seperti kawasan puncak. bangkitan ekonominya pasti luar biasa untuk daerah dan masyarakat," paparnya sembari menambahkan, untuk lintas Paro dan Gurutee itu juga perlu diperbaiki tarsenya agar menghilangankan tikungan yang kecil-kecil dan tanjakan yang tinggi-tingi yang tidak sesuai standar jalan nasional.

"Jadi tidak perlu harus dibuat terowongan, yang terpenting bagaimana aksebilitas dapat dioptimalkan dan dipermudah, angka kecelakaan yang selama ini tinggi dikawasan tersebut dapat ditekan dan diminimalisir dengan hadirnya pembangunan lintas Barat Selatan via Geureutee dan Paro yang terintegrasi dengan perencanaan yang matang," pungkasnya.(*)

Pendaftaran Online Sekolah Kedinasan 8-23 Juni, Berikut Kementerian dan Lembaga yang Buka Dikdin Ini

Jumlah Traveler di Aceh Tengah dari Berbagai Daerah Capai 3.698 Orang

Kapan Malam Lailatul Qadar? Ini Ciri dan Tanda Orang yang Mendapatkannya Menurut Ustadz Abdul Somad

Pastikan Penerima Sembako Covid-19 Tepat Sasaran, DPRK Banda Aceh Periksa Data Penerima di Kuta Alam

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved