Breaking News:

Update Corona Di Aceh Tengah

Jumlah Traveler di Aceh Tengah dari Berbagai Daerah Capai 3.698 Orang

Jumlah tersebut, bukan hanya aktivitas ke luar masuk dari sejumlah kabupaten di Provinsi Aceh, melainkan ada juga dari berbagai provinsi di Indonesia.

Penulis: Mahyadi | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS.COM/MAHYADI
Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Aceh Tengah, dr Yunasri. 

Jumlah tersebut, bukan hanya aktivitas ke luar masuk dari sejumlah kabupaten di Provinsi Aceh, melainkan ada juga dari berbagai provinsi di Indonesia. Bahkan, beberapa orang di antaranya sudah pernah bepergian hingga ke beberapa negara.

Laporan Mahyadi | Aceh Tengah

SERAMBINEWS.COM, TAKENGON – Jumlah traveler atau masyarakat yang bepergian serta datang ke Aceh Tengah, sejak pertengahan Maret 2020 lalu, tercatat sebanyak 3.698 orang.

Jumlah tersebut, bukan hanya aktivitas ke luar masuk dari sejumlah kabupaten di Provinsi Aceh, melainkan ada juga dari berbagai provinsi di Indonesia.

Bahkan, beberapa orang di antaranya sudah pernah bepergian hingga ke beberapa negara.

Berikut, hasil rangkuman jumlah traveler di Aceh Tengah.

Traveler dalam antar kabupaten di Provinsi Aceh, berjumlah 2.121 orang, dari Sumatera Utara 933 orang, Sumatera Selatan 5 orang, Sumatera Barat 62 orang, Banten 13 orang, Riau 27 orang.

Selanjutnya, Kepulauan Riau 11 orang, Lampung 11 orang, Jakarta 184 orang, Jawa Barat 105 orang, Jawa Timur 47 orang, Jawa Tengah 38 orang, Bali 6 orang, Yogyakarta 84 orang, Sulawesi Selatan 5 orang, Kalimantan Selatan 4 orang, Kalimantan Timur 3 orang, Kalimantan Barat 1 orang, dan Jambi 10 orang.

Didesak Banyak Pihak, Pendirian Posko Perbatasan Aceh Tamiang Butuh Delegasi dari Gubernur

Adapun traveler yang berasal dari sejumlah negara di antaranya dari Malaysia 15 orang, Singapura 2 orang, Arab Saudi 7 orang, dan dari Jepang 4 orang.

Pendataan traveler ini, sudah dilakukan sejak 19 Maret 2020 lalu.

“Sistem pendataan, dilakukan melalui beberapa pos pantau yang ada di Kabupaten Aceh Tengah. Setiap hari, bila ada masyarakat yang masuk dari luar daerah, tetap dicatat,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Aceh Tengah, dr Yunasri kepada Serambinews.com, Kamis (7/5/2020).

Dia sebutkan, setiap pintu masuk ke Kabupaten Aceh Tengah, telah ada pos pantau.

Di antaranya di kawasan Simpil, Kecamatan Linge yang berbatasan dengan Kabupaten Gayo Lues, di Bukit Kecamatan Kebayakan dan Kecamatan Ketol yang berbatasan langsung dengan Gayo Lues, serta di pintu masuk di Kecamatan Celala yang berbatasan dengan Kabupaten Nagan Raya.

Hong Kong Sita Dua Kontainer Sirip Hiu

“Pendataan juga berlaku bagi warga yang masuk dan ke luar melalui Bandar Udara Rembele. Bahkan beberapa warga yang bepergian atau baru pulang dari daerah yang dianggap zona merah, diharuskan melakukan karantina mandiri sesuai anjuran pemerintah,” tegasnya.

Dr Yunasri menjelaskan, untuk saat ini Pemkab Aceh Tengah, telah menyediakan lokasi karantina mandiri bagi masyarakat yang dianggap baru pulang dari zona merah serta keluarga pasien indikasi positif terpapar virus corona.

“Sudah ada enam santri yang diisolasi mandiri di area yang disiapkan pemda. Selain itu, lima orang keluarga santri asal Bener Meriah yang terindikasi positif Covid-19, juga ikut dikarantina. Untuk keenam santri tersebut, harus menjalani 14 masa karantina, begitu juga dengan lima orang warga lainnya,” pungkas dr Yunasri. (*)

Kapan Malam Lailatul Qadar? Ini Ciri dan Tanda Orang yang Mendapatkannya Menurut Ustadz Abdul Somad

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved