Breaking News:

HABA ANEUK

Layanan Posyandu Tak Boleh Berhenti Meski Corona

Kepala UNICEF Perwakilan Aceh, Andi Yoga Tama sangat mengapresiasi komitmen dan respon cepat pemerintah Aceh dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan

HABA ANEUK/Dinkes Aceh Tengah
Warga sedang menunggu antrean pemeriksaan anak pada Posyandu Meurah Mege di Puskesmas Atu Lintang, Aceh Tengah, (4/2020). 

BANDA ACEHDinas Kesehatan (Dinskes) Aceh menegaskan selama pandemi Covid-19 layanan posyandu tidak boleh berhenti, tetap harus berjalan pelayanannya dengan syarat mengikuti protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus corona.

Penegasan itu disampaikan Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Aceh, dr Cut Maneh dalam pertemuan daring yang digelar oleh Dinkes Aceh berkolaborasi den- gan UNICEF Perwakilan Aceh dan Yayasan Darah untuk Aceh, Kamis (16/4/2020).

Pertemuan tersebut mengusung tema “Pelaksanan posyandu pada masa pandemi COVID-19 sebagai upaya pemenuhan hak anak dalam mendapatkan pelayanan kesehatan rutin”. Pemenuhan itu seperti pemantauan tumbuh kembang, gizi, dan imunisasi anak di Tanah Rencong. Di tengah pandemi COVID-19 yang sedang melanda dunia, Pemerintah Aceh tetap menjalankan pelayanan imunisasi pada bayi dan anak. Keputusan itu dilakukan setelah tim imuni- sasi di pemerintahan menggelar rapat pengambilan langkah pemberian imunisasi di saat pandemi.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Aceh, dr Wahyu Zulfansyah mengatakan, pada rapat penentuan bagaimana imunisasi dijalankan di tengah pandemi, berbagai polemik waktu itu sempat mengemuka. Saat itu muncul pilihan apakah petugas imunisasi yang akan mendatangi rumah warga, atau tetap seperti biasanya, warga yang mendatangi posyandu.

“Kesimpulannya kita ambil masyarakat yang tetap mendatangi posyandu. Tapi posyandunya itu disusun tempat duduknya dengan jarak satu meter, kita terapkan protokol kesehatan,” kata Wahyu Zulfansyah, Minggu 3 Mei 2020.

Unicef- AJI Banda Aceh Bahas Pemenuhan dan Perlindungan Hak Anak

Dia menjelaskan, imunisasi di masa pandemi COVID-19 ini juga mengharuskan sebisa mungkin masyarakat diatur bergiliran datang ke posyandu. Langkah itu dilakukan untuk mencegah terjadinya kerumunan. Selain itu, di tiap-tiap posyandu petugas menyediakan tempat cuci tangan dan hand sanitizer. Wahyu menuturkan, sebelum kampanye penggunaan masker digaungkan pemerintah untuk memotong penyebaran COVID-19, petugas imunisasi telah lebih dulu mengambil peran menyosialisasikan penggunaan masker kepada masyarakat yang datang ke posyandu.

“Kita tentu tidak ingin ada double pandemi di Aceh. Seharusnya penyakit-penyakit yang bisa ditangani dengan imunisasi, tapi karena orang tua enggan membawa anaknya ke posyandu, itu penyakit bisa akan berkembang lagi. Jadi itu akan menambah beban kita di tengah pandemi COVID-19 ini,” ujarnya.

Dyah Erti Terima Penghargaan Unicef  

Aceh Serius Perangi Stunting, Gandeng Unicef

Dinas Kesehatan Aceh memastikan layanan imunisasi sampai kepada masyarakat meskipun Serambi Mekkah juga tak luput dilanda pandemi COVID-19. Kebutuhan logistik imunisasi untuk 23 kabupaten dan kota terus disuplai. “Prinsipnya, Aceh tetap menjalankan imunisasi walaupun di dalam keadaan pandemi,” pungkas Wahyu.

Sementara itu Wakil Ketua TP-PKK Aceh, Dyah Erti Idawati yang juga turut berpartisipasi dalam pertemuan daring itu menyatakan dengan kondisi Aceh saat ini yang belum menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), posyandu harus tetap berjalan selama pandemi COVID-19 dengan mengikuti protokol yang berlaku, seperti jaga jarak dan menggunakan APD bagi tenaga kesehatan. “Imunisasi tetap, dan saya berharap posyandu dapat lebih pro aktif dalam meningkatkan kunjungan sekaligus melakukan penyuluhan terkait pelayanan saat pandemi,” ujar Dyah.

Pemko Sabang-UNICEF Luncurkan Program ‘Geunaseh’, Komitmen Wali Kota untuk Anak

Kepala UNICEF Perwakilan Aceh, Andi Yoga Tama sangat mengapresiasi komitmen dan respon cepat pemerintah Aceh dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan bagi anak dan ibu dalam masa pandemi COVID-19 ini. Terutama yang berkaitan dengan pelayanan posyandu dan memastikan kegiatan imuniasi sesuai protokol. “Saya juga mengapresiasi respon Tim PKK dalam menyampaikan informasi COVID-19 kepada masyarakat secara langsung melalui berbagai media,” tambah Andi.  [Alfath Asmunda]

Artikel ini telah terbit di Tabloid HABA ANEUK edisi I Tahun 2020, yang diterbitkan oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Banda Aceh.

Editor: Hari Teguh Patria
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved