Banjir di Banda Aceh
Atasi Banjir Kota, Pemerintah Aceh Diminta Belajar ke Denmark
Pemerintah Aceh, Pemerintah Kota Banda Aceh dan Aceh Besar diminta belajar ke Denmark dalam rangka menangani dan mengatasi banjir genangan.
Penulis: Fikar W Eda | Editor: Taufik Hidayat
Laporan Fikar W Eda | Jakarta
SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah Aceh, Pemerintah Kota Banda Aceh dan Aceh Besar diminta belajar ke Denmark dalam rangka menangani dan mengatasi banjir akibat tingginya curah hujan.
Saran ini disampaikan Tarmizi Age, mantan aktivis Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang pernah bermukim di Denmark.
"Saya kira bisa belajar ke Denmark mengatasi banjir dalam kota. Di sana juga curah hujannya tinggi, tapi tidak pernah terdengar banjir," kata Tarmizi yang akrab disapa Mukkaram, Sabtu (9/5/2020).
Tarmizi saat ini menetap di Banten dan menjadi aktivis Pro Rakyat.
"Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kota Banda Aceh serta Aceh Besar harus belajar ke Denmark," ujarnya.
Banjir yang melanda Banda Aceh, Aceh Besar sejak Jumat (8/5/2020) akibat tingginya intensitas curah hujan telah merendam sebahagian Ibukota Provinsi Aceh tersebut.
Secara ekonomi peristiwa itu memberi dampak serius, dan Tarmizi minta Pemerintah Aceh, Pemerintah Kota Banda Aceh dan Aceh Besar segera mengambil tindakan yang diperlukan, terutama menyangkut bantuan pangan dan kesehatan masyarakat.
"Bantuan masa darurat cukup penting, dan sangat bermakna bagi masyarakat, karena selain ditimpa banjir, warga juga diserang dampak wabah Corona (Covid-19)," katanya.(*)
• Viral Gerombolan Kambing Indonesia Tertib Menyeberang di Jalan Raya, Gunakan Marka Zebra Cross
• Bupati Aceh Besar Tinjau Fasilitas yang Rusak Akibat Banjir di Kecamatan Lhoong
• Tanggapi Pernyataan Manager PLN UP3 Langsa, Pelanggan: Percuma Melapor, tidak Ada Solusi
• Ini Kata Kadishub Aceh Barat Tentang Pengangkutan CPO Kelapa Sawit Melalui Pelabuhan Jetty Meulaboh
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/tarmizi-age-mantan-aktivis-gam-denmark-akrab-disapa-mukkaram.jpg)