Berita Pidie
Cuaca Ekstrim, Kapolres Pidie Minta Kapolsek Pantau Lokasi Rawan Longsor dan Debit Air Sungai
Cuaca ekstrim mellanda Pidie menyebabkan masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan. Potensi curah hujan tinggi, angin kencang dan gunung lonsor
Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Muhammad Nazar I Pidie
SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Cuaca ekstrim mellanda Pidie menyebabkan masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan.
Potensi curah hujan tinggi, angin kencang dan gunung lonsor akan terjadi secara dadakan.
"Semua kapolsek di bawah jajaran Polres Pidie harus aktif memantau lokasi yang rawan bencana," kata Kapolres Pidie, AKBP Andy NS Siregar SIK, kepada Serambinews.com (9/5/2020).
Ia menyebutkan, longsor yang rawan terjadi di kawasan ruas jalan Tangse, Mane dan Geumpang.
Ruas jalan nasional yang tembus ke Meulaboh, Aceh Barat itu sering terjadi longsor secara berulang.
• Bupati Aceh Besar Tinjau Lokasi Banjir di Lhoong, Serahkan Bantuan untuk Pengungsi
"Kita tahu tanah gunung di sepanjang jalan itu sangat labil, pengguna jalan harus diingatkan saat turun hujan," ujarnya.
Tak hanya itu, kata Kapolres Andy, hujan yang turun secara terus menerus bisa mengakibatkan debit Krueng (Sungai) Tiro tinggi.
Jika debit Krueng Tinggi, maka Kembang Tanjong dan Mutiara harus mampu tampung air buangan dari Tiro.
Begitu juga, aliran sungai di Delima harus siap menampung air Sungai Keumala.
• Tribunnews dan Cardinal Donasikan 300 Ribu Masker Untuk Cegah Penyebaran Virus Corona
"Jika debit air terus tinggi harus dilaporkan cepat untuk mengetahui adanya pemukiman warga yang terdampak banjir," jelasnya.
Sehingga, kata Andy, petugas bisa memberikan bantuan awal, baik peralatan evakuasi atau logistik maupun tenaga personel. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ruas-jalan-di-pidie-terendam-banjir-9-mei-2020.jpg)