Santri Online

Dayah RUMI Ajak Pelajar Aceh Jadi Santri Online

Saat ini ada 290 pelajar yang mendaftar di Pesantren Online RUMI dengan mayoritas pendaftar berasal dari Aceh Barat dan Nagan Raya.

hand over dokumen pribadi
Tgk Rahmat Saputra Pimpinan Pesantren Online RUMI 

Laporan Sa’dul Bahri | Aceh Barat

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH - Pondok Pesantren Raudlatul Ulum Madrasah Islamiyah (RUMI), di Lapang, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat mengajak masyarakat umum, khususnya pelajar di Aceh untuk menjadi santri online dalam rangka mengisi waktu di Bulan Ramadhan 1441 H.

Tgk Rahmat Saputra Pimpinan Pesantren Online RUMI kepada Serambi, Minggu (10/5/2020) mengatakan, saat ini ada 290 pelajar yang mendaftar di Pesantren Online RUMI dengan mayoritas pendaftar berasal dari Aceh Barat dan Nagan Raya.

"Alhamdulillah respon masyarakat dengan hadirnya Dayah RUMI ini sangat baik. Tercatat dalam sistem kami ada 290 orang yang telah terdaftar di Pesantren Online RUMI. Kebanyakan adalah pelajar setingkat SMA, walaupun juga banyak pelajar setingkat SMP dan mahasiswa yang mengikuti kajiannya,” kata Tgk Rahmat.

Sementara kelas yang paling banyak diikuti adalah kelas Ilmu Fiqh yang didalamnya terdapat pembahasan tentang Fiqh Sholat, Zakat, Puasa dan Fiqh Wanita.

Disebutkan, dalam website resminya pesantren.cyberdakwah.com, Pesantren Online RUMI memiliki visi yang tergambar dalam slogannya: Belajar Agama dan Berbagai Ilmu lainnya, dimana saja dan kapan saja. Kehadiran pesantren ini juga disambut antusias oleh para pelajar, dan sistem berlajar melalui video saja.

Tgk Muhammad Nasir, salah satu pengajar di Pesantren Online RUMI yang juga guru senior di Dayah Nurul Islam mengatakan, program ini sangat bermanfaat bagi pelajar saat ini.

“Kami sengajar mendirikan Pesantren Online RUMI agar masyarakat, khususnya pelajar dapat mengikuti pengajian khas pesantren melalui kelas digital seperti grup WhatsApp, grup Telegram, dan aplikasi lainnya. Apalagi sejak Dayah dan Sekolah meliburkan muridnya sebagai bentuk pencegahan penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Kelas digital di Pesantren Online RUMI telah dimulai sejak 1 Ramadhan 1441H. Ada beberapa kelas kajian dengan berbagai materi yang bisa di ikuti oleh para pelajar secara online, yaitu kelas membaca alquran, kelas menghafal alquran (Tahfidz), kelas Ilmu Tauhid, kelas Ilmu Fiqh, kelas Ilmu Tasawuf, kelas Tarikh atau Sejarah Islam dan kelas Bahasa Arab.

Ustazah Ummi Habibatul Islamiyah, salah seorang pengajar di Pesantren Online RUMI menjelaskan, walaupun kelas dilakukan secara online melalui grup WhatsApp dan beberapa aplikasilain, kelas kajian untuk santri putra dan santri putri tetap dipisah layaknya dipondok pesantren.

Siapa saja boleh belajar dan menjadi santri disini, tanpa batasan usia. Syaratnya juga mudah, yaitu mau belajar, aktif, menaati peraturan pesantren, dan tentu saja harus punya HP dan paket data.

Baik remaja maupun dewasa dipersilahkan belajar di sini, laki-laki atau perempuan juga boleh walaupun kelasnya nanti akan dipisah.

Teknologi informasi ini membuat kita lebih mudah dalam belajar karena tanpa batasan ruang dan waktu, dimana saja dan kapan saja bisa belajar.

“Seharusnya dengan kemudahan ini kita lebih termotivasi untuk belajar, tidak ada gunanya malas-malasan, tidak perlu malu atau gengsi, karena belajar adalah kewajiban dan kebutuhan kita sebagai insan,”tambahnya.

Sementara bagi pelajar yang ingin mendaftar dapat melalui website www.pesantren.cyberdakwah.com dan www.bit.ly/daftar-rumi, atau juga bisa melalui nomor WhatsApp di 082302340456.(*)

Universitas Columbia Kembangkan Lampu UVC Baru Pembunuh Virus Corona

Martunis Ronaldo Berencana Kembali ke Dunia Sepakbola setelah Covid-19 Berakhir

Harga Sawit di Aceh Singkil Makin Terpuruk

Kenapa Allah Rahasiakan Lailatul Qadar? Bagaimana Cara Mendapatkannya? Ini Penjelasan Buya Yahya

Penulis: Sa'dul Bahri
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved