Sabtu, 11 April 2026

Berita Aceh Barat

Rumah Warga Amlas ke Sungai Akibat Erosi Krueng Geumee dan Meureubo

Sedikitnya sudah delapan unit rumah yang amblas ke sungai akibat erosi sungai di sejumlah desa di Kabupaten Aceh Barat.

Penulis: Sadul Bahri | Editor: Taufik Hidayat
Serambinews.com
Warga memperhatikan sebagian rumah warga yang telah ambruk ke sungai di kawasan Desa Marek, Kecamatan Kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat, Minggu (3/5/2020). 

Laporan Sa’dul Bahri | Aceh Barat

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Sedikitnya ada delapan unit rumah yang telah berjatuhan ke sungai akibat mengganasnya erosi sungai di sejumlah desa di Kabupaten Aceh Barat hingga menjelang pertengangan 2020. 

Sejumlah rumah yang telah amblas ke sungai di antaranya 6 unit rumah di Desa Alue Keumang, Kecamatan Pante Ceureumen, yang disebabkan mengganasnya erosi Krueng Geumee di daerah tersebut.

Sementara 2 unit rumah lainnya di Desa Marek, Kecamatan Kaway XVI juga terdapat amblas ke sungai akibat erosi Krueng Meureubo. Amblasnya rumah tersebut tidak terjadi secara bersamaan, akan terjadi sejak 2018 hingga awal 2020, dan belum lagi di desa lainnya.

“Kejadian amblasnya rumah ke sungai tidak bersamaan, namun kejadian itu mulai terjadi sejak 2018 silam hingga awal 2020 yang kini di desa saya sudah 6 unit rumah amblas ke sungai, dan sejumlah rumah warga lainnya tinggal menunggu waktu amblas ke sungai,” ungkap Bantaruddin, Keuchik Alue Keumanng kepada Serambi, Minggu (10/5/2020).

Disebutkan, para warga yang kurang mampu hingga saat ini sebagian masih menumpang di tempat saudaranya, karena belum ada kemampuan membangun rumah baru sendiri, hal itu akibat keterbatasan ekonomi yang masuk dalam kata gori warga kurang mampu.

Sedangkan warga lainnya membangun rumah seadanya paska terjadinya erosi sungai tersebut untuk tempat berteduh anak dan istrinya.

Diuangkapkan Bantaruddin, bahwa rumah yang sebelumnya telah lenyab akibat erosi tersebut, sangat disayangkan sejauh ini belum ada bantuan terhadap korban erosi sungai di Desa Alue Keumang dari luar desa tersebut.

Sementara pembangunan pengamanan tebing yang diharapkan selama ini agar erosi tidak meluas, namun hingga menjelang pertengahan 2020 juga belum ada tanda-tanda di tangani.

Padahal dengan cepatnya penanganan tentu pengikisan sungai tidak akan meluas dan bisa menyelamatkan rumah-rumah warga lainnya.

Disebutkan, manyangkut dengan kondisi Alue Kemang pihaknye mengaku telah mealaporkan hal tersebut sejak awal kejadian ke Badan Penanggaulangan Bencana Daerah (BPBD) namun belum ada tindak lanjut.

Sedangkan saat ini erosi sudah ada 3 unit rumah lagi yang sudah dekat dengan sungai dan akan terancam ambruk ke sungai jika tidak segera dibangun pengaman tebing sungai di daerah tersebut.

Sementara Sulaiman Keuchik Marek, Kecamatan Kaway XVI sejauh ini sudah ada dua rumah warga yang terkikis dan amblas ke sungai, dimana lokasi banguan rumah yang hilang itu kini sudah berubah menjadi sungai.

pemilik rumah hingga saat ini mengungsi ke rumah anaknya, lantaran sebagian rumah sudah amblas kesungai, sedangkan korban lainnya sudah meninggal dunia bebepa tahun yang lalu.

Damarek rumah yang amblas itu terjadi pada 2018 dan 2019 lalu, namun para korban yang terkena musibah erosi sungai belum mendapatkan bantuan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved