Luar Negeri

Zambia Puji Pekerja Seks

Pemerintah Zambia, salah satu negara di Afrika memberi pujian kepada para pekerja seks komersial (PSK).

Editor: M Nur Pakar
Foto: BBC
Para pekerja seks komersial mendekati para sopir truk di perbatasan Nakonde, Zambia. 

Zambia Puji Pekerja Seks

SERAMBINEWS.COM, LUSAKA  - Pemerintah Zambia, salah satu negara di Afrika memberi pujian kepada para pekerja seks komersial (PSK).

Bukan tanpa alasan, di tengah-tengah meningkatnya korban pandemi virus Corona, pekerja seks di Zambia membantu melacak orang yang tertular virus Corona.

Menteri Kesehatan Zambia, Chitalu Chilufya, Minggu 10/5/2020, mengatakan 76 dari 85 kasus baru di kota utara dilaporkan oleh pekerja seks dan pengemudi truk.

"Pekerja seks sangat kooperatif dan mereka memberi kami semua petunjuk yang kami inginkan," kata Chilufya.

Zambia telah mengkonfirmasi 267 infeksi Covid-19, dengan tujuh kematian.

Pekan lalu, Presiden Edgar Lungu mengumumkan pembukaan kembali restoran, kasino, dan pusat kebugaran setelah penutupan selama sebulan.

"Situasi di Nakonde tetap suram, dan presiden khawatir," kata Chilufya.

Dia menambahkan Presiden Lungu telah memerintahkan perbatasan untuk ditutup sementara.

Jalan-jalan Nakonde biasanya dilintasi truk yang meninggalkan Zambia atau masuk dari Tanzania, lapora wartawan BBC Kennedy Gondwe di Lusaka.

Pengemudi truk dipandang sebagai kelompok berisiko tinggi karena mereka berhenti di beberapa kota di sepanjang jalan dan diketahui memiliki banyak pasangan seks.

"Mereka [pekerja seks] sangat kooperatif dalam penyelidikan kami, dan kami tidak ingin menstigmatisasi atau mendiskriminasi mereka. Mereka sangat berguna dalam pelacakan kontak," kata Chilufya.

"Kami memiliki kasus di mana salah satu dari mereka muncul dengan gejala dan memberi tahu kami tentang seorang klien yang merupakan pengemudi truk dari luar negeri.”

“Bahkan memberi kami nomor kontak dan kami menghubungi nomor itu dan kami diberi tahu orang yang kami panggil terpapar Covid-19,"  kata sang menteri.(*)

Pekerja Seks Spanyol Berjuang Sendiri, Tanpa Bantuan Siapapun

Pemuda Afrika Diburu di Cina, Diusir dari Rumah, Jadi Gelandangan

Viral, Kebun Binatang Ditutup untuk Cegah Covid-19, Sekelompok Penguin Afrika Bebas Jalan-jalan

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved