Breaking News:

Berita Bireuen

Rumah Ambruk, Janda Ti Halimah Luput dari Bantuan Pemkab Bireuen  

Kehidupan masyarakat itu beragam. Ada yang kaya dan miskin. Semua sudah ditentukan Allah SWT. Namun ada satu keluarga di Bireuen ini..

Penulis: Ferizal Hasan | Editor: Jalimin
SERAMBINEWS.COM/FERIZAL HASAN
Rumah ambruk milik janda Ti Halimah di Dusun Campli, Desa Blang Tingkeum, Kota Juang, Kabupaten Bireuen Luput dari Bantuan Pemkab Bireuen. 

Laporan Ferizal Hasan I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Kehidupan masyarakat itu beragam. Ada yang kaya dan miskin. Semua sudah ditentukan Allah SWT.

Namun ada satu keluarga di Bireuen, Aceh ini, kondisinya cukup memprihatinkan dan luput dari perhatian pemerintah.

Namanya Ti Halimah (27). Janda miskin yang sudah dikaruniai dua bocah laki-laki ini, menetap di Dusun Campli, Desa Blang Tingkeum, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen.

Desa tersebut hanya berjarak sekitar tiga kilometer arah Tenggara Kota Bireuen.

Ti Halimah dan keluargnya baru saja ditimpa musibah.

Angin kencang dan hujan lebat yang terjadi di Kabupaten Bireuen sejak beberapa hari ini, mengakibatkan rumah Ti Halimah berkontruksi tepah bambu, atap rumbia dan lantai tanah, yang ditempati bersama dua putranya yang masih cilik, ambruk diterjang angin kencang, di Dusun Campli, Desa Blang Tingkeum, Kecamatan Kota Juang, Bireuen, Aceh.

Informasi yang dihimpun Serambinews.com, di lokasi kejadian, Selasa (12/5/2020), rumah janda miskin itu sudah ambruk diterjang angin kencang pada Jumat (8/5/2020) sore.

Namun hingga kini luput dari perhatian pemerintah.

Ti Halimah bersama dua putranya yang masih bocah yaitu Khairul Akbar (6) dan M Rizky (5), hanya bisa pasrah atas musibah yang menimpa mereka.

Pasca kejadian itu, kini Ti Halimah dan anak-anaknya harus menumpang di rumah orang tuanya, yang kondisinya juga sangat memprihatinkan yang berada sebelah timur rumahnya.

Ti Halimah didampingi kedua putranya kepada Serambinews.com, Selasa (12/5/2020) mengatakan, saat kejadian itu, ia dan anak-anaknya sedang bekerja sebagai buruh di pabrik batu bata di desanya.

"Wate kejadian angen rayek dan ujuen Jumat soputnyan, lon tingoh kerja bak jambo bata ngoen aneuk mit, jino lon dan aneuk pasrah ateuh musibah nyoe, tameulake na yang bantu," ucap Ti Halimah dalam Bahasa Aceh.

(Saat kejadian angin kencang dan hujan lebat Jumat sore itu, saya sedang bekerja di pabrik batu bata bersama dua putranya, sekarang saya dan anak-anak pasrah atas musibah ini, berharap ada yang membantu-red)," ujar Ti Halimah dalam Bahasa Aceh.

Namun semangat juangnya untuk bisa hidup patut dicap jempol.

Betapa tidak, meskipun rumah gubuknya yang berdinding tepah, atap rumbia dan lantai tanah, telah rusak diterjang angin kencang, tapi ia dan keluarganya tidak patah semangat.

Ti Halimah pasrah dengan kondisi kehidupannya yang luput dari perhatian pemerintah maupun orang-orang berada.

Pun demikian, Ti Halimah sangat mengharapkan uluran tangan dermawan untuk membangun kembali rumahnya yang telah ambruk.

"Lon meu doa bak Allah seumoga aneuk-aneuk sehat sabe (Saya berdoa kepada Allah semoga anak-anak saya sehat selalu)," ucap Ti Halimah.(*)

Lagi, Lima Warga Bener Meriah Jalani Tes Swab    

Muhammadiyah Tetapkan Idul Fitri Jatuh Pada 24 Mei 2020, Simak Tata Cara Salat Ied di Rumah

Satu Korban Lagi Diisukan Ditemukan di Laut Karang Suak,Namun Nihil, Percarian Berlanjut Hari Kelima

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved