Ramadhan 1441 H
Sahur Itu Penting, Ini 10 Tips Aman Berpuasa Bagi yang Punya Penyakit Maag
Namun hal tersebut tentunya tak menjadi hambatan karena ibadah puasa memiliki banyak hikmah.
Namun hal tersebut tentunya tak menjadi hambatan karena ibadah puasa memiliki banyak hikmah.
SERAMBINEWS.COM - Jangan khawatir berpuasa jika anda memiliki riwayat penyakit.
Khususnya bagi para penderita penyakit maag berpuasa tentunya merupakan hal yang agak susah.
Hal tersebut lantaran penyakit maag bisa saja terjadi saat seorang melaksanakan ibadah puasa.
Puasa menuntut seseorang untuk menahan makan dan minum hingga 13-15 jam.
Namun hal tersebut tentunya tak menjadi hambatan karena ibadah puasa memiliki banyak hikmah.
Ramadan adalah tempat semua Muslim di dunia melakukan puasa sehari penuh.
Umat Islam wajib melaksanakan ibadah puasa.
Namun ada beberapa golongan tertentu yang diperbolehkan tak berpuasa..
• Korban Virus Corona di Arab Saudi Sudah Mencapai 41.014 Orang
• Israel Robohkan Rumah Keluarga Palestina, Hanya Karena Tuduhan Serang Gadis Yahudi
• Mulai Hari Ini, Pekerja tak Dibayar THR Bisa Lapor ke Posko Pengaduan Disnaker Kota Banda Aceh
Jika orang sakit diperbolehkan untuk tidak berpuasa, orang yang memiliki penyakit maag sering bertanya-tanya, apakah mereka dapat puasa atau mereka masih wajib melakukan puasa Ramadan?
Dilansir oleh azisilam.com, sebenarnya penderita penyakit maag tidak memiliki alasan untuk meninggalkan puasa.
Karena berdasarkan penelitian, puasa tidak berdampak buruk pada penderita penyakit maag.
Selain itu puasa dapat sangat berguna untuk mencegah gastritis dan mengurangi peradangan di lambung.
Berikut adalah tips puasa aman untuk para penderita penyakit maag:
1. Jangan lewatkan Sahur
Sebagaimana hadis Rasullulah menyebutkan bahwa puasa umat Islam berbeda dengan puasa umat beragama lain dan salah satu pembedanya adalah sahur.
Makan sahur sangat penting sebelum melakukan puasa karena dapat menjaga asupan energi yang dibutuhkan di siang hari.
Anda dianjurkan memakan makanan bergizi yang mengandung cukup karbohidrat, protein dan serat
Selain itu, Anda juga bisa minum susu hangat karena susu bisa mengurangi ketidaknyamanan di perut.
2. Hindari tidur setelah subuh
Sebagian besar Muslim biasanya akan tidur lagi setelah makan di waktu Sahur.
Sebenarnya ini bisa berbahaya bagi penderita gastritis karena tidur setelah makan dapat memicu produksi asam lambung dan membuat perut terasa tidak nyaman.
Lebih baik makan di akhir waktu sahur dan menunggu pagi datang dan melaksanakan salat subuh, salat sunnah, membaca Al-Qur’an dan zikir.
Tidur setelah makan juga akan membuat Anda merasa malas untuk bangun dan mulai bekerja.
3. Makan secukupnya saat berbuka puasa
Pasien disarankan untuk berbuka puasa dengan makanan yang cukup dan menghindari konsumsi makanan yang berlebihan.
Jangan menjadikan buka puasa sebagai momen balas dendam karena makan berlebihan dapat menyebabkan produksi asam lambung berlebihan.
Lakukan buka puasa dengan makan takjil kecil seperti kurma atau sedikit teh manis dan kemudian makan dalam porsi yang cukup setelah melakukan salat Magrib.
4. Makan tiga atau empat jam sebelum tidur
Agar sistem pencernaan bekerja optimal maka lebih baik berhenti makan tiga atau empat jam sebelum tidur.
Ini dapat mengurangi beban saluran pencernaan dan memberi tubuh kesempatan untuk memperbaiki kerusakan lambung saat Anda tidur.
5. Kurangi makanan pedas, asam dan berminyak
Makanan pedas, asam dan berminyak dapat menyebabkan iritasi pada lambung dan lebih baik jika Anda menderita penyakit maag untuk menghindari jenis makanan ini dan juga menghindari buah-buahan asam seperti lemon, jeruk, anggur dan tomat.
6. Hindari konsumsi kafein
Kafein biasanya terkandung dalam kopi dan dapat memicu tubuh melepaskan lebih banyak cairan.
Ini bisa menyebabkan dehidrasi saat puasa.
Hindari mengonsumsi kafein saat subuh atau malam hari setelah berbuka puasa.
Kopi juga bersifat asam dan dapat memicu iritasi di perut Anda.
7. Tingkatkan konsumsi air
Tubuh kehilangan banyak cairan saat puasa dan untuk menggantinya maka Anda harus minum banyak air setidaknya 8 gelas saat buka puasa dan pada waktu sahur.
Air juga bisa menetralkan asam lambung di lambung dan mengurangi risiko kambuhnya penyakit maag.
Namun, ingatlah untuk menghindari minuman asam dan mengandung kafein seperti jus buah, sirup, soda atau minuman lain yang dapat memicu rasa sakit di perut.
8. Minum obat sakit maag
Jika Anda secara teratur mengonsumsi obat untuk penyakit maag, silakan lakukan secara rutin setelah berbuka puasa atau seperti yang disarankan oleh dokter.
9. Konsultasikan dengan dokter
Jika Anda adalah pasien maag kronis dan telah menjalankan pengobatan untuk waktu yang lama, maka lebih baik sebelum berpuasa Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.
Konsultasikan ke dokter tentang berbagai saran dan perawatan selama bulan puasa.
10. Perhatikan gejala yang muncul
Meskipun puasa aman untuk pasien maag, tetapi jika pasien maag kronis mendapatkan beberapa gejala seperti mual, muntah, penurunan berat badan secara drastis atau sakit parah maka dibolehkan untuk tidak berpuasa.
Islam fleksibel untuk umatnya dan tidak memaksa umatnya untuk melakukan ibadah di luar kemampuan tubuh. (TribunWow.com)
(Tribunwow/Jayanti Tri Utami)(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Al Farid)
Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Ingin Puasa tapi Punya Penyakit Maag? Berikut 10 Tips Agar Tak Kambuh saat Jalani Ibadah Ramadan