Breaking News:

Surati Kemlu, Anggota DPRA Pertanyakan Nasib Nelayan Aceh di Thailand

Anggota DPR Aceh, Iskandar Usman Al-Farlaky, kembali mempertanyakan nasib 33 orang nelayan asal Aceh yang masih ditahan di Thailand

Penulis: Muhammad Hadi | Editor: Muhammad Hadi
For serambinews.com
Anggota DPR Aceh, Iskandar Usman Al-Farlaky, kembali menyurati Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia guna mempertanyakan nasib 33 orang nelayan asal Aceh yang masih ditahan di Thailand 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Anggota DPR Aceh, Iskandar Usman Al-Farlaky, kembali menyurati Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia guna mempertanyakan nasib 33 orang nelayan asal Aceh yang masih ditahan di Thailand.

Sudah beberapa bulan terakhir belum ada kabar lanjutan terkait nasib mereka.

Surat tersebut dilayangkan, Senin 11 Mei 2020. Selain ke Kemlu, surat juga ditujukan kepada Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kemlu RI, dan Direktur Perlindungan WNI Kemlu di Jakarta.

Kapal Nelayan Idi Kembali Ditangkap di Thailand

"Ini sengaja kita surati kembali, karena tidak ada progres (perkembangan) setelah beberapa bulan saudara kita ditahan di sana," kata Iskandar Al-Farlaky, Selasa (12/5/2020) di Banda Aceh.

Pada sisi lain, Anggota DPRA yang dikenal vokal ini juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh Jajaran Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.

Begitu juga Konsulat Jenderal RI di Songkhla yang telah melakukan pertemuan dengan Wakil Gubernur Phang Nga dan telah memberikan advokasi hukum kepada para Nelayan Aceh serta mengunjungi penjara. 

Influencer Malaysia Rusak Taman Demi Konten Instagram, Tertangkap Basah oleh DBKL

Kata dia, 20 Februari 2020, pihaknya juga telah menyurati Mr. Samphan Matyusoh, Member of Parliament Narathiwat, Kingdom of Thailand untuk dapat membantu keringanan dan percepatan proses hukum bagi Nelayan Aceh yang ditangkap oleh Otoritas Thailand. 

"Informasi dari Pihak Kementerian Luar Negeri bahwa tuduhan yang disangkakan hingga kini juga bersifat tunggal, yaitu pencurian ikan di perairan Thailand dimana tuduhan itu dikategorikan tergolong cukup ringan," ujar mantan aktivis mahasiswa ini. 

Surat yang disampaikan Iskandar Usman Al-Farlaky itu juga ditembuskan kepada  Duta Besar Republik Indonesia di Bangkok, Konsul Jenderal Republik Indonesia Songkhla-Thailand, Plt. Gubernur Aceh, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh,  Panglima Laot Aceh, Kepala Biro Hukum Setda.

Sebagaimana diketahui sebelumnya,  2 Kapal Motor (KM) Perkasa Mahera dan KM Voltus asal Kabupaten Aceh Timur-Aceh ditangkap oleh pihak otorita keamanan laut Negara Kerajaan Thailand pada tanggal 21 Januari 2020 di sekitar perbatasan laut tiga Negara yaitu Republik Indonesia, Republik India dan Kerajaan Thailand.

Pansus VII DPRK Pidie Sorot Antrean Pengisian BBM di SPBU Masih Terjadi di Malam Hari

Jumlah Anak Buah Kapal (ABK) yang ditangkap sebanyak 33 (tiga puluh tiga) orang, yang terdiri dari 30 (tiga puluh)  orang dewasa dan 3 (tiga) orang anak di bawah umur. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved