Selasa, 5 Mei 2026

Luar Negeri

Taliban Siap Serang Pasukan Aghanistan Lagi, Seorang Wanita Melahirkan Saat Serangan

kelompok Taliban, Rabu (13/5/2020) mengatakan siap untuk menyerang pasukan Afghanistan. Hal itu terjadi setelah Presiden Afghanistan

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP/STR
Seorang wanita duduk di samping bayi yang kehilangan ibunya seusai serangan di klinik bersalin, Kabul, Afghanistan, Rabu (13/5/2020). 

SERAMBINEWS.COM, KABULKelompok Taliban, Rabu (13/5/2020) mengatakan siap untuk menyerang  pasukan Afghanistan.

Hal itu terjadi setelah Presiden Afghanistan, Selasa (12/5/2020) mengatakan kepada pasukan untuk melanjutkan operasi militer, menyusul serangkaian serangan mengerikan terhadpa  klinik bersalin di Kabul.

Rincian baru muncul tentang penyerangan Selasa di rumah sakit Kabul, di mana setidaknya 24 orang termasuk bayi, ibu dan perawat tewas.

Dilansir AFP, Rabu (13/5/2020), serangan siang hari itu diikuti dengan ledakan di pemakaman di timur negara itu yang menewaskan 32 pelayat.

Menurut organisasi kemanusiaan internasional Medecins Sans Frontieres (MSF), atau Doctors Without Borders, yang menjalankan klinik bersalin di Rumah Sakit Barchi di Kabul barat, seorang wanita melahirkan selama serangan.

"Sementara wanita hamil dan bayi mencari perawatan kesehatan di salah satu negara yang paling rentan dalam kehidupan ... penyerang menyerbu unit bersalin unit) melalui serangkaian ledakan dan tembakan yang berlangsung selama berjam-jam," kata MSF dalam sebuah pernyataan, Rabu (13/5/2020).

Kelompok itu mengatakan setidaknya satu rekannya tampaknya termasuk di antara mereka yang tewas dalam serangan pemberontakan.

Presiden Ashraf Ghani menyalahkan serangan itu dan pemboman atas Taliban dan kelompok Negara Islam, dan memerintahkan pasukan Afghanistan untuk melanjutkan operasi militer melawan musuh.

Pasukan Afghanistan selama berminggu-minggu berada pada posisi bertahan dalam upaya membantu membersihkan jalan pembicaraan damai dengan Taliban.

Namun gerilyawan, yang membantah terlibat dalam serangan Selasa, memperingatkan sepenuhnya si " untuk menghadapi setiap serangan oleh pasukan keamanan Afghanistan.

"Mulai sekarang dan seterusnya, tanggung jawab kekerasan dan akibatnya jatuh tepat di pundak pemerintah Kabul," kata Taliban dalam sebuah pernyataan.

Sikap agresif dari kedua belah pihak menimbulkan pertanyaan tentang nasib proses perdamaian yang ditengahi AS.

Pihak berwenang menolak peringatan Taliban dengan mengatakan selalu siap menghadapi kekerasan dan perang.

"Taliban tidak bisa begitu saja menyangkal keterlibatan mereka dalam kekerasan, termasuk yang baru-baru ini," kata juru bicara presiden, Ghani Sediq Sediqqi kepada wartawan.

Militan Serang Klinik Bersalin di Kabul, Ibu Baru Melahirkan Bersama Bayinya Tewas

VIDEO - Kelompok Bersenjata Serang Rumah Sakit di Afghanistan, Delapan Warga Sipil Tewas

Setelah Presiden AS Donald Trump Telepon, Taliban Bunuh 20 Periwira Afghanistan

Sedangkan MSF telah mengalami beberapa tragedi di Afghanistan, termasuk penembakan lima staf pada 2004 di Provinsi Badghis.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved