Kamis, 21 Mei 2026

Berita Bener Meriah

Banjir Bandang Terjang Bener Meriah, 4 Jembatan Putus dan 85 KK Sempat Terisolir   

“Untuk saat ini tidak ada lagi akses yang dapat dilalui kendaraan untuk masuk ke wilayah Dusun Bakongan Baru, karena semua jembatan yang merupakan...

Tayang:
Penulis: Budi Fatria | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS.COM/ BUDI FATRIA
Jembatan penghubung dari Wih Tenang Toa ke Kampung Bakongan, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah putus akibat diterjang banjir bandang, Rabu (13/5/2020). Foto direkam, Kamis (14/5/2020). 

“Untuk saat ini tidak ada lagi akses yang dapat dilalui kendaraan untuk masuk ke wilayah Dusun Bakongan Baru, karena semua jembatan yang merupakan akses masuk dari kampung lain ke kampung kami ini terputus,” ungkapnya.

Laporan Budi Fatria | Bener Meriah

SERAMBINEWS.COM, REDELONG - Tingginya intensitas hujan pada Rabu (13/5/2020) sekira pukul 17.30 WIB, mengakibatkan empat unit jembatan penghubung di Kampung Bakongan, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah putus.

Hujan mengakibatkan terjadinya banjir bandang yangmenerjang jembatan tersebut.

Selain akses jalan utama, jembatan alternatif juga dari Kampung Bakongan menuju Kampung Ayu Ara juga putus terseret arus.

Hal ini mengakibatkan warga Kampung Bakongan sempat terisolir.

Berdasarkan data yang dihimpun Serambinews.com, di Kecamatan Permata selain 4 unit jembatan yang putus, juga sedikitnya 20 hektar perkebunan warga rusak parah, dan sebanyak 6 unit rumah warga juga rusak.

Hal itu akibat diterjang longsor. 

785 GTK di Pijay Terima Dana Sertifikasi dan THR, Ini Jumlah Dananya

Tidak hanya itu, banjir bandang juga sempat melumpuhkan jalan menuju Kampung Cemparam Pakat Jeroh, Kecamatan Mesidah.

Derasnya air dan banyaknya material kayu  mengaikbatkan ruas jalan dan jembatan menuju kecamatan tersebut tertutup.

Kemudian, di kampung tersebut juga satu rumah warga berimbas luapan lumpur dari banjir bandang serta material kayu menumpuk di samping dan depan rumah tersebut.

Kepala Dusun Bakongan Baru, Kecamatan Permata, Bahagia kepada wartawan, Kamis (14/5/2020) menyampaikan, saat kejadian jembatan putus, warganya yang sempat terisolir ada sekitar 85 Kepala Keluarga (KK).

Lanjut Bahagia, selain jembatan putus, sebanyak 6 unit rumah warga di Dusun Bakongan Baru fondasinya terkikis oleh arus air.

Serta Pondok Pesantren yang sedang dibangun, fondasinya juga rusak.

“Untuk saat ini tidak ada lagi akses yang dapat dilalui kendaraan untuk masuk ke wilayah Dusun Bakongan Baru, karena semua jembatan yang merupakan akses masuk dari kampung lain ke kampung kami ini terputus,” ungkapnya.

Hujan Deras Kembali Guyur Kota Takengon, Saat Warga Masih Membersihkan Sisa Banjir Bandang

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved