Senin, 13 April 2026

Berita Aceh Utara

Haji Uma Pimpin Samadiah Saat Melayat ke Rumah Korban Diamuk Massa di Tangerang

Anggota DPD RI asal Aceh H Sudirman alias Haji Uma pada Rabu (13/5/2020) melayat ke rumah orang tua korban diamuk massa di Tangerang Selatan

Penulis: Jafaruddin | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/JAFARUDDIN
Anggota DPD RI asal Aceh H Sudirman alias Haji Uma mendengar kronologis kejadian amuk massa terhadap Muhammad Basri di Tengerang yang diceritakan istri almarhum korban Irawati. 

Laporan Jafaruddin I Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM,LHOKSUKON - Anggota DPD RI asal Aceh H Sudirman alias Haji Uma pada Rabu (13/5/2020) melayat ke rumah orang tua korban diamuk massa di Tangerang Selatan yang berada di Desa Teupin Gajah Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara untuk takziah dan samadiah.

Diberitakan sebelumnya Muhammad Basri, pria kelahiran Teupin Gajah Kecamatan Tanah Jambo Aye Aceh Utara dan Ber-KTP Gampong Leuge, Kecamatan Peureulak, Aceh Timur meninggal dunia setelah jadi korban amuk massa.

Amuk massa tersebut karena salah paham yang terjadi di kawasan Jalan Raya Wana Kencana Sektor 12,4 Ciater Tagerang, Banten, Jumat (8/5/2020) sekitar pukul 00.21 WIB dini hari.

Lalu, pada pagi Jumat (8/5/2020) jenazah korban dibawa pulang dari Tangerang Banten dengan menggunakan transporasi darat ke Aceh.

Nuraini Urung Buka Peti Jenazah Untuk Lihat Wajah Anaknya Terakhir Kali Setelah Tiba dari Tangerang

Lalu pada Senin (11/5/2020) sekira pukul 01.00 WIB, jenazah dikebumikan di kuburan keluarga desa  Teupin Gajah. Haji Uma melayat ke rumah ibu korban, Nuraini (60) didampingi Toke Dan (Safrizal pengusaha asal Lhokseumawe) dan staf, Hamdani.

Haji Uma disambut istri korban, Irawati (37) bersama dua anaknya, Muhammad Farel (13) dan Muhammad Fazil (8) dan Ibu korban, Nuraini bersama sejumlah warga lainnya.

Pihak keluarga merasa terharu dengan kehadiran Haji Uma.

Banjir Bandang di Bener Meriah, Akses Jalan Kampung Cemparam Lama Sempat Lumpuh Selama Dua Jam

Didampingi dua buah hatinya, Irawati sesekali terisak ketika menceritakan kejadian yang menimpa suaminya.

Namun, Haji Uma kembali menenangkan wanita paruh baya tersebut.

Karena itu, Haji Uma meminta penegak hukum untuk mengusut tuntas dan menghukum pelaku yang melakukan pengeroyokan terhadap Muhammad Basri.

Ia berharap kasus ini segera diusut tuntas sehingga semua pelaku bisa ditangkap dan mendapat hukuman sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Saat dihubungi saya di Banda Aceh dan ketika itu sedang dilanda banjir. Malam itu saya juga mengirim satu orang untuk mengantarkan bantuan Rp 1 juta,” ujar Haji Uma.

Viral, Anak Baku Hantam, Sang Ayah Diduga Malah Merekam Anaknya

Karena kondisi sedang di Aceh, sehingga Haji Uma menyebutkan dirinya tak bisa hadir untuk membantu korban.

“Karena pembatasan kegiatan, dan setelah pulang dari Banda Aceh, langsung menyempatkan diri untuk hadir,” ungkap Haji Uma.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved