Kamis, 23 April 2026

Berita Lhokseumawe

Lanal TBA Kembali Amankan 40 Warga Aceh, Saat Pulang dari Malaysia Lewat Perairan Sumut

Informasi yang diperoleh Serambinews.com, Kamis (14/5/2020) dari 124 orang pekerja migran tersebut, 40 orang terdata sebagai warga Aceh.

Penulis: Zaki Mubarak | Editor: Nurul Hayati
Dok: Lanal TBA
Petugas mengecek 124 orang pekerja migran tanpa dokumen (ilegal) yang memasuki Indonesia melalui jalur laut di Pantai Bersaudara, Desa Simandulang, Kecamatan Kualu Ledong, Kabupaten Labuhan Batu Utara (Labura), Sumatera Utara, Rabu (13/5/2020). 

Informasi yang diperoleh Serambinews.com, Kamis (14/5/2020) dari 124 orang pekerja migran tersebut, 40 orang terdata sebagai warga Aceh.

 Laporan Zaki Mubarak | Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM,SUMATERA UTARA - Pangkalan TNI AL (Lanal) Tanjung Balai Asahan Lantamal I, Koarmada I mengamankan 124 orang pekerja migran tanpa dokumen (ilegal).

Para TKI ilegal itu, memasuki Indonesia melalui jalur laut di Pantai Bersaudara, Desa Simandulang, Kecamatan Kualu Ledong, Kabupaten Labuhan Batu Utara (Labura) Sumatera Utara, Rabu (13/5/2020).

Informasi yang diperoleh Serambinews.com, Kamis (14/5/2020) dari 124 orang pekerja migran tersebut, 40 orang terdata sebagai warga Aceh.

Di antaranya dari Aceh Timur 13 orang (11 Laki-laki 1 perempuan dan 1 balita perempuan).

Dari Kabupaten Bireuen 7 orang (semuanya laki-laki).

Dari Aceh Utara 11 orang (10 Laki-laki dan 1 perempuan).

Wali Kota Affan Alfian Bintang Janji Kembali Gelar Pasar Murah di Subulussalam

Dari Banda Aceh 2 orang Laki-laki.

Sementara dari Pidie Jaya 5 orang Laki-laki.

Daru Aceh Barat 1 orang Laki-laki.

Serta dari Aceh Tamiang 1 orang perempuan.

Komandan Lanal Tanjung Balai Asahan, Letkol Laut (P) Dafris Datuk Syahrudin melalui Letda Laut (S) Mega Patinurjaya Papen Dinas Penerangan Lantamal I, mengatakan,  awalnya Tim (Fleet One Quick Response) F1QR Pangkalan TNI AL Tanjung Balai Asahan Lantamal I dengan menggunakan Patkamla TBA I-I-61 dan  Patkamla Pulau Jemur melaksanakan patroli.

Saat itu kondisi cuaca kurang bersahabat, angin kencang disertai gelombang 1,5 - 3 meter.

"Jadi pada saat malam, sekitar jam 21.00 WIB, Tim F1QR mendapatkan informasi dari nelayan bahwa mereka melihat ada sekelompok orang di Pantai Bersaudara, Desa Simandulang yang berusaha menuju daratan. Lantas Tim memutuskan untuk melakukan pengejaran. Di sana didapati sekelompok orang yang diduga baru mendarat, setelah melakukan perjalanan dari Malaysia melalui 'jalur tikus'. Sedangkan kapal yang mengangkutnya tidak terlihat, diduga sudah melarikan diri sebelumnya" katanya.

Roket China Long March-5B Diduga Pecah di Angkasa, Puing-puing Berjatuhan di Afrika

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved