Breaking News:

Luar Negeri

Tim Arkeologi Coba Ungkap Misteri Reruntuhan Kerajaan Kuno di Arab Saudi

Salah satu tim arkeologi multinasional terbesar mulai meneliti reruntuhan kerajaan kuno Arab yang hilang, Dadan Utara.

AFP/STRINGER / Royal Commission for Al-ULA
Kawasan kerajaan kuno di atas pemakaman Kerajaan Arab kuno Dadan di Al-Ula, baratlaut Arab Saudi pada 21 Januari 2018. 

SERAMBINEWS.COM, ALULA - Salah satu tim arkeologi multinasional terbesar mulai meneliti reruntuhan kerajaan kuno Arab yang hilang, Dadan Utara.

Dadan telah menjaga rahasia mereka selama ribuan tahun.

Berbaring di pegunungan batu berpasir di AlUla, baratlaut Arab Saudi, kerajaan mengendalikan sebuah oasis penting yang strategis.

Mulai dari rempah-rempah pedalaman kuno dan jalur perdagangan dupa yang membentang luas.

Reruntuhan bangunan Kerajaan Arab Kuno Arab di Al-Ula, baratlaut Arab Saudi pada 21 Januari 2018.
Reruntuhan bangunan Kerajaan Arab Kuno Arab di Al-Ula, baratlaut Arab Saudi pada 21 Januari 2018. (AFP/Royal Commission for Al-ULA)
Sumur yang ditemukan di area Kerajaan Arab Kuno di Al-Ula, baratlaut Arab Saudi pada 21 Januari 2018.
Sumur yang ditemukan di area Kerajaan Arab Kuno di Al-Ula, baratlaut Arab Saudi pada 21 Januari 2018. (AFP/STRINGER / Royal Commission for Al-ULA)
Kawasan yang belum terungkap dari Kerajaan Arab Kuno di Al-Ula, baratlaut Arab Saudi pada 21 Januari 2018.
Kawasan yang belum terungkap dari Kerajaan Arab Kuno di Al-Ula, baratlaut Arab Saudi pada 21 Januari 2018. (AFP/STRINGER / Royal Commission for Al-ULA)

Dari apa yang sekarang bernama negara Yaman melalui Semenanjung Arab, ke Mesir, Suriah dan Mesopotamia dan seterusnya ke benua Asia.

Dilansir ArabNews, Jumat (15/5/2020), nasib kerajaan ini masih misteri bagi para arkeolog.

Tetapi, mereka sudah siap mengungkap 'mata rantai yang hilang' ini dalam sejarah Timur Jauh.

Misi ini, kemitraan antara Komisi Kerajaan untuk AlUla, King Saud University, Badan Perancis untuk Pengembangan AlUla dan Pusat Nasional Prancis untuk Penelitian Ilmiah.

Budaya Dadanite dan Lihyanite telah ada sejak lebih dari 2.700 tahun, sebelum penanggalan peradaban Nabatea.

Kehadiran Romawi di Semenanjung Arab menggarisbawahi kedalaman sejarah di wilayah tersebut.

Penggalian lima tahun yang direncanakan diharapkan untuk menjelaskan nasib kerajaan dan menjelaskan perannya di jantung rute perdagangan pedalaman kuno.

Proyek ini juga memberikan kesempatan bagi mahassiwa King Saud University untuk mendapatkan pengalaman praktis dan langsung dari para ahli internasional dan Saudi dalam tim.

Dua puluh empat mahasiswa akan bekerjasama dengan rekan-rekan internasional mereka untuk mendapatkan pengalaman dan mengembangkan sektor warisan budaya lokal.(*)

Putra Termuda Menteri Perumahan Meninggal, Ribuan Warga Saudi Ucapkan Belasungkawa

Pasukan Dukungan Arab Saudi dan Uni Emi Emirat Bentrok di Yaman Selatan

Saudi Ubah Opsi, Migas Dijauhkan, Investasi Asing Diburu

Editor: M Nur Pakar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved