Rabu, 8 April 2026

Luar Negeri

Saudi Ubah Opsi, Migas Dijauhkan, Investasi Asing Diburu

Kerajaan Arab Saudi terus merubah berbagai kebijakan untuk meninggalkan migas sebagai sektor utama.

Editor: M Nur Pakar
Ilustrasi: ArabNews/Luis Grañena
Kepala Investasi Arab Saudi, Ibrahim Al-Suwail 

SERAMBINEWS.COM, DUBAI -  Kerajaan Arab Saudi terus merubah berbagai kebijakan untuk meninggalkan migas sebagai sektor utama.

Investasi asing telah menjadi kunci dari strategi Visi 2030 untuk menjauh dari ketergantungan minyak dan mendorong ekonomi non-minyak.

Tetapi ini tugas yang sangat menantang bagi Ibrahim Al-Suwail, Deputi Layanan Investor di Kementerian Investasi Arab Saudi .

Dia harus mampu mengubah kenyataan bahwa di dunia yang semakin tidak pasti oleh pandemi virus Corona dan semua aliran modal global.

"Pemerintah melihat pentingnya investasi asing langsung (FDI) sebagai salah satu pilar utama strategi," kata Al-Suwail kepada Arab News, Minggu (3/5/2020).

"Virus Corona datang pada waktu yang sangat menantang bagi Arab Saudi, tetapi kami telah memobilisasi dengan cepat untuk membuktikan masa depan perekonomian Kerajaan," katanya.

Dalam kancah keuangan dan ekonomi global yang begitu cepat berubah, sulit untuk melihat ekonomi tunggal tetap berlaku di masa depan.

Tetapi itu adalah tantangan yang dihadapi oleh pembuat kebijakan di seluruh dunia, tidak hanya di Arab Saudi.

Dalam beberapa hal, kapasitas Kerajaan untuk menarik investasi asing telah dimungkinkan, walau di tengah-tengah pandemi ini.

Pada Februari 2020, sebelum pandemi benar-benar menghantam, Kerajaan memulai perombakan infrastruktur investasinya.

Peran Otoritas Investasi Umum Arab Saudi (SAGIA), badan pemerintah yang bertugas menarik FDI - ditingkatkan dengan pembentukan kementerian baru, Kementerian Investasi Arab Saudi, atau MISA.

Pemerintah memilih salah satu pembuat kebijakan paling terkenal dan dihormati secara internasional, Khalid Al-Falih, mantan menteri energi dan bos Aramco untuk memimpin badan tersebut.

Komentator pada saat itu mengatakan penunjukannya sudah tepat, apalagi sudah terkenal di komunitas investor global, tanda menarik FDI diprioritaskan dalam agenda strategis pemerintah.

“FDI adalah salah satu pilar utama untuk mencapai tujuan Visi 2030. Arab Saudi memiliki banyak potensi untuk investasi langsung di banyak sektor.”

“Sektor pariwisata, mega proyek seperti pembangunan Laut Merah, pertambangan dan mineral, serta bisa menjadi pusat logistik yang menghubungkan tiga benua, Asia, Afrika dan Eropa, ”kata Al-Suwail.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved