BLT

10 Desa di Abdya Salurkan BLT-DD Kepada 807 Keluarga Terdampak Pandemi Covid-19

Penyaluran BLT-DD senilai Rp 600.000 per bulan per KK ini diberikan selama tiga bulan mulai April hingga Juni mendatang.

Foto kiriman warga
Penyerahan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) Alue Sungai Pinang, Kecamatan Jeumpa, Abdya kepada warga yang berhak, Sabtu (16/5/2020). 

Laporan Zainun Yusuf | Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Dari 152 desa/gampong di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), 10 gampong diantaranya sudah menyalurkan Bantuan Langsung Tunai sumber Dana Desa (BLT-DD) kepada 807 KK terdampak pandemi Corana Virus Disease 2019 (Covid-19) hingga, Minggu (17/5/2020).     

Ada pun penyaluran BLT-DD kepada masyarakat 142 desa lainnya berlanjut Senin (18/5/2020) dan setarusnya sampai tuntas  152 desa tersebar dalam sembilan kecamatan sejak, Babahrot sampai Lembah Sabil.

Plt  Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pengendalian Penduduk dan Pemberdayaan Perempuan (DPMP4) Abdya, Amrizal SSos dihubungi Serambinews.com, Minggu menjelaskan, 10 desa yang  sudah menyalurkan BLT-DD tersebut terdapat di empat kecamatan.

Di Kecamatan Babahrot, tercatat satu desa, yaitu Teuladan Jaya BLT disalurkan kepada 98 KK oleh Camat setempat, Minggu siang (17/5/2020) tadi. Kecamatan Susoh, juga baru satu desa yang menyalurkan, yaitu Panjang Baru kepada 67 KK, diserahkan Camat setempat secara simbolis,  Sabtu (16/5/2020).       

Pada hari yang sama empat desa di Kecamatan Menggeng, yaitu Desa Kedai 68 KK, Ladang Panah 53 KK, Ujong Padang 43 KK, dan Seuneulop 115 KK. BLT-DD kepada warga terdampak Corona itu juga diserahkan oleh Camat setempat.

Di Kecamatan Jeumpa juga baru empat desa menyalurkan BLT-DD, masing-masing Padang Geulumpang 74 KK, Baru 82 KK, Alue Seulaseh 109 KK dan Alue Sungai Pinang 98 KK, diserahkan camat setempat.

Amrizal menjelaskan, jumlah penerima BLT-DD dari 10 desa yang sudah menyalurkan mencapai 807 KK. “Nama-nama KK yang yang menerima BLT-DD tersebut merupakan hasil musyawarah desa, kemudian disahkan oleh camat setempat,” katanya.

Musyawarah desa yang melibatkan aparatur gampong guna mendata KK secara selektif yang berhak menerima BLT-DD dikatakan sangat penting. Sebab, di tengah pendemi Covid-19 mengalir bantuan kepada masyarakat yang terdampak, namun  sumber dananya berbeda sehingga tidak tumpang tindih.

Plt Kepala DPMP4 Abdya itu kembali menjelaskan bahwa, penyaluran BLT-DD Tahap I tahun 2020 tidak boleh tumpang tindih dengan KK atau KPM (Keluarga Penerima Mamfaat) Bantuan Sosial Langsung (BST) dari Kemensos RI. Tidak juga tumpang tindih dengan penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), apalagi tercatat sebagai PNS/ASN.

Halaman
12
Penulis: Zainun Yusuf
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved