Selasa, 7 April 2026

Luar Negeri

Ketakutan Terhadap Virus Corona Meluas, Arab Saudi Siapkan Tim Khusus

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Arab Saudi terus mengerahkan semua upaya untuk memerangi virus Corona.

Editor: M Nur Pakar
AFP/STR
Jamaah melaksanakan shalat tarawih dengan menjaga jarak sosial di Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi pada 8 Mei 2020. 

SERAMBINEWS.COM, RIYADH - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Arab Saudi terus mengerahkan semua upaya untuk memerangi virus Corona.

Dukungan psikologis bagi mereka yang terkena dampak adalah aspek yang diakui dalam perang melawan virus mematikan itu.

Nawaf Al-Harthi, penyelia umum Kompleks Kesehatan Mental Irada, menjelaskan staf medis terus memberikan dukungan psikologis untuk pasien COVID-19 dan keluarga mereka.

Dia mengatakan memiliki tim yang terdiri dari pekerja sosial, psikolog dan psikiater, di antara layanan yang tersedia untuk pasien atau mereka yang dikarantina secara hati-hati.

Al-Harthi mengatakan pekerja sosial harus mengenali pasien, menentukan masalah, kesulitan, situasi sosial serta mengetahui kondisi kesehatan mereka jika menderita penyakit kronis.

Jika ada orang, yang memiliki atau tidak memiliki gangguan mental, menderita gejala psikologis, ia akan dirujuk ke psikolog.

“Kami memiliki tim medis, sosial, dan psikososial lengkap yang siap mengobati semua pasien yang dikarantina,” katanya, seperti dilansir ArabNews,Sabtu (16/5/2020),

psikolog mendiagnosis kasus untuk melihat apakah perlu dukungan psikologis, yang akan dilakukan baik melalui sesi, relaksasi atau mengubah pola pikir melalui program prilaku.

Jika psikolog melihat pasien tidak merespons dan memerlukan intervensi medis, kata Dr. Al-Harthi, ia akan menghubungi psikiater.

Psikiater duduk bersama pasien dan mendiagnosis masalah psikologis yang dideritanya dan dampaknya.

Dia juga mengukur tingkat kelelahan psikologis, apakah itu kecemasan, depresi, ketakutan, psikosis atau kecanduan.

Setelah itu psikiater menentukan perawatan yang sesuai dan kemudian menindaklanjuti sampai pasien menyelesaikan karantina atau meninggalkan rumah sakit.

Al-Harthi mengatakan ada tim yang menawarkan dukungan psikologis dan sosial bagi mereka yang membutuhkannya.

Disebutkan, apakah mereka di rumah sakit atau dikarantina, dan mereka akan dirawat jika ada kerusakan psikologis yang ditemukan.

"Beberapa dipengaruhi oleh ketakutan, obsesi dan kecemasan dari penyakit dan juga karena karantina dan perubahan gaya hidup," katanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved