Abrasi Pantai Jilbab
Abrasi Kembali Landa Pantai Jilbab Susoh, Sejumlah Rumah Terancam Ambruk
Akibat abrasi itu sudah ada dua unit rumah yang ambruk, satu kantin atau warung kopi, kandang kambing dan kandang ayam, tempat pembuata
Penulis: Rahmat Saputra | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Rahmat Saputra I Aceh Barat Daya
SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Abrasi kembali melanda Gampong Kedai Palak Kerambil, Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Selasa (19/5/2020)
Gelombang tinggi dan gelombang pasang itu, telah melanda sejak dua hari terakhir.
Puncak gelombang pasang itu terjadi pada Senin (18/5/2020) malam, yang mengakibatkan beberapa rumah terancam ambruk.
Salah seorang warga Desa Palak Kerambil, Rizalul Akmal meminta pemerintah segera mencari solusi mengingat abrasi itu sudah sering terjadi dan mengancam warga yang tinggal di bibir pantai.
"Mulai beberapa hari lalu, tapi yang paling parah hari ini," ujar Rizalul Akmal kepada Serambinews.com, Selasa (19/5/2020).
Menurut Akmal, akibat abrasi itu sudah ada dua unit rumah yang ambruk, satu kantin atau warung kopi, kandang kambing dan kandang ayam, tempat pembuatan boat, dan gudang-gudang nelayan.
"Saat ini, kalau tidak diantisipasi, maka akan mengancam belasan rumah warga. Bahkan, ada dapur rumahnya mulai tergerus," ungkapnya.
Akmal mengaku, persoalan tersebut sudah berulang kali dibangun tanggul darurat, namun abrasi tetap saja terjadi, sehingga perlu penanganan serius dari pemerintah.
• Bos Trans Continent Ismail Rasyid Buka Suara Soal Mundurnya Trans Continent dari KIA Ladong
• Curhat Cut Meyriska Khawatir Hamil di Tengah Pandemi Covid-19, Tak Pernah Ngidam Aneh-aneh
• Indonesia Nomor Urut 1 Jumlah Kematian Pasien Corona di Asia Tenggara, 3 Negara Ini Nol Kematian
"Kabarnya, ini akan dibangun breakwater yang diusulkan oleh pemkab Abdya ke Provinsi. Kami berharap ini segera dibangun, terlebih sudah ada beberapa anggota DPRA yang turun, meninaju lokasi," katanya.
Jika tidak dibangun, sebutnya,solusi jangka pendeknya, dihancurkan breakwater yang sudah ada, karena brekwater tersebut dinilai penyebab air pasang menghantam dan merusak kawasan bibir pantai tersebut.
"Tanggap darurat juga harus dibangun, karena kalau naik gelom tinggi, maka langsung ke rumah warga, sebelum itu terjadi maka bangun tanggap darurat terlebih dahulu," pintanya.
Pantau Serambinews.com kondisi pantai yang menjadi lokasi objek wisata itu, kini amburadul.
Bahkan, akibat hantaman ombak itu, sejumlah pohon yang ada di sekitar lokasi ikut tumbang, bahkan satu unit boat terancam ambruk.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/abrasi-7r77r.jpg)