Breaking News
Rabu, 3 Juni 2026

Belum Ada Vaksin, Ahli Medis di Inggris Sebut Orang-orang Harus Belajar Hidup Bersama Covid-19

Pejabat sekaligus ahli medis di Inggris mengatakan orang-orang harus belajar untuk hidup bersama virus corona selama beberapa tahun.

Tayang:
Editor: Amirullah
AFP / Ina FASSBENDERA
Coretan dinding artis Kai 'Uzey' Wohlgemuth memperlihatkan perawat yang berjuang menyembuhkan pasien virus corona sebagai superwoman di Kota Hamm, Jerman. 

SERAMBINEWS.COM - Pejabat sekaligus ahli medis di Inggris mengatakan orang-orang harus belajar untuk hidup bersama virus corona selama beberapa tahun.

Van-Tam mengatakan Inggris hanya akan keluar dari pandemi Covid-19 jika sudah ada vaksin yang benar-benar mampu mengatasi penyakit ini, seperti diberitakan Sky News, Senin (18/5/2020).

"Jadi dari perspektif itu kita mungkin harus hidup, dan belajar untuk hidup, dengan virus ini dalam jangka panjang, tentu untuk beberapa bulan mendatang jika tidak beberapa tahun," katanya.

Mr Van-Tam juga memperingatkan negara itu harus mempersiapkan gelombang virus di musim gugur dan musim dingin.

"Data yang kami miliki tentang virus corona lain telah kami teliti dengan cermat, dan tidak jelas apakah coronavirus ini sama musiman seperti influenza."

Berikut Bacaan Niat, Doa, dan Tata Cara Sholat Tahajud, Memiliki Banyak Keutamaan, Doa Dikabulkan?

Fakta Pembully-an Bocah Penjual Jalangkote, Pelaku Terancam 3 Tahun Penjara

Boris Johnson: Mungkin Tak Akan Pernah Ada Vaksin

()

Boris Johnson saat menunjukkan kartu ucapan cepat sembuh yang diberikan anak-anak (AFP) (AFP)

Sebelumnya, Perdana Menteri Boris Johnson juga menyatakan hal serupa.

Boris Johnson mengatakan mungkin tidak akan pernah ada vaksin Covid-19, meski semua orang tengah berupaya untuk mengembangkannya.

"Masih ada jalan yang sangat panjang, dan saya harus jujur ​​bahwa vaksin mungkin tidak membuahkan hasil," tulis Johnson di surat kabar Mail on Sunday, seperti diberitakan Aljazeera, Senin (18/5/2020).

Meski berupaya untuk mengembangkan vaksin, ia mengatakan perlu cara baru untuk mengendalikan laju penularan virus.

"Kami perlu menemukan cara baru untuk mengendalikan virus," katanya.

Cara yang dimaksud termasuk menguji orang yang memiliki gejala dan melacak kontak orang-orang yang terinfeksi.

Pemerintah Inggris memberikan dana 93 juta pound ($ 110 juta) untuk mempercepat pembukaan Pusat Manufaktur dan Inovasi Vaksin yang baru.

Johnson mengatakan Inggris juga mendukung penelitian obat untuk membantu orang pulih dengan cepat dari virus.

Sumber: TribunnewsWiki
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved