Persiraja Mania
Terkait Bencana di Aceh Tengah, Pemain Persiraja Defri Riski Khawatirkan Banjir Susulan
Karena dengan kondisi darurat Covid-19 di Tanah Air, bila ditambah dengan musibah lain, ia kasihan kepada warga yang terdampak.
Penulis: Syamsul Azman | Editor: Imran Thayib
Laporan Syamsul Azman | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pemain Persiraja Banda Aceh, Defri Riski masih khawatirkan banjir susulan yang melanda kampung halamannya di Takengon, Aceh Tengah.
Menurut mantan punggawa Persija Jakarta ini, sampai hari ini warga yang tinggal di kawasan Takengon masih merasa was-was, dan ketakutan.
Apalagi kondisi di tempatnya sering diguyur hujan.
“Hujan terus di sini. Masih sangat sering hujannya. Kalau hujan turun, penduduk tidak berani berpergian di dekat lokasi banjir bandang,” ungkap Defri Rizki kepada Serambinews.com, Selasa (19/5/2020).
Defri menjelaskan, dirinya dan keluarganya saat ini dalam keadaan sehat.
Selain itu, lokasi banjir bukan dekat kediamannya. “Titik banjirnya berjarak 2 Km dari rumah saya. Alhamdulillah, tidak terkena banjir. Kami sekeluarga sehat-sehat saja di sini,” tambahnya.
Musibah banjir bandang tersebut tidak membuat keluarga Defri terkena dampaknya.
• Ucapan Selamat Idul Fitri 1441 H dalam Bahasa Inggris, Bikin Kamu Terlihat Keren Saat Update Sosmed
• Kepergok Petugas Posko Covid-19 di Beutong, Nagan Raya, OTK Tinggalkan Sepmor dan Ganja 10 Kg
• Tertangkap Basah Berduaan Pagi Buta di Dalam Rumah, WH Aceh Tamiang Nikahkan Kakek dan Nenek
Namun, ia dan keluarga tetap merasa khawatir dengan curah hujan cukup tinggi di tempatnya.
“Tidak ada keluarga yang terimbas banjir, tapi masih takut-takut kalau hujan, apalagi mendekati titik banjir,” ungkapnya.
Sebagaiman diketahui, banjir bandang melanda Kampung Paya Tumpi, Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah.
Kejadian itu tepatnya pada hari Rabu (13/5/2020) sekitar pukul 15.30 WIB.
Lokasi banjir itu berada dalam kawasan padat penduduk.
Sehingga, puluhan rumah terkena imbas dan beberapa diantaranya dilaporkan rusak.
Curah hujan juga menyebabkan munculnya air bah dari kawasan Singah Mata, atau sekitar satu kilometer dari Kampung Paya Tumpi Baru.