Luar Negeri

Arab Saudi Resmi Tetapkan Idul Fitri pada Hari MInggu

Mahkamah Agung (MA) Arab Saudi pada Jumat (22/5/2020) malam resmi mengumumkan jatuhnya hari raya Idul Fitri 1441 H pada hari Minggu (24/5/2020).

AFP/BANDAR ALDANDANI
Kondisi jalanan di seputaran kota suci Mekkah, Arab Saudi yang tampak lengang dari lalulalang kendaraan pada Rabu (8/4/2020), seiring jam malam 24 jam terus diperluas. 

SERAMBINEWS.COM, RIYADH - Mahkamah Agung (MA) Arab Saudi pada Jumat (22/5/2020) malam resmi mengumumkan jatuhnya hari raya Idul Fitri 1441 H pada hari Minggu (24/5/2020).

Menurut laporan dari sejumlah warga Arab Saudi yang memantau hilal bulan atau awal bulan Syawal tidak terlihat pada Jumat (22/5/2020) sore.

Sehingga, MA Arab Saudi memutuskan hari Sabtu (23/5/2020) sebagai hari terakhir pelaksanaan puasa di bulan suci Ramadhan tahun ini.

Dilaporkan, di Arab Saudi, penetapan Idul Fitri yang paling dicari adalah Inggris, Uni Emirat Arab (UEA), India, Mesir, Pakistan, Filipina, AS, dan Turki.

“Karena Idul Fitri masa orang sering bepergian untuk bersenang-senang atau untuk menemui keluarga, berbeda untuk orang-orang di seluruh dunia termasuk Arab Saudi," kata William Zaki, Manajer Operasi Pencitraan Timur Tengah dan Afrika Utara di Google kepada Arab News, Jumat (22/5/2020).

"Kami senang bahwa Google Street View dapat membantu orang Saudi dan lainnya untuk terus menjelajahi beberapa kawasan favorit mereka,” ujarnya.

MA Arab Saudi Umumkan Idul Fitri Jumat Malam, Astronomi UEA Pastikan Minggu

Arab Saudi Siap Pimpin Perekonomian Dunia, Virus Corona Akan Balikkan Sejarah Bisnis

YouTuber Arab Saudi Pecahkan Rekor Dunia, Tercatat di World Guinness Record

Dikatakan, melalui peta dan tampilan jalan, Google telah memungkinkan pengguna untuk benar-benar membenamkan diri dalam tujuan pencarian teratas mereka.

Sehingga, katanya, dapat mengunjungi objek wisata dan situs wisata , semua dengan kenyamanan dari rumah mereka.

“Selama enam puluh hari terakhir, kami telah melihat minat Penelusuran Google melonjak lebih dari 700 persen untuk tur virtual secara global," katanya.

"Dengan Google Street View, orang dapat berkeliaran di jalan-jalan secara virtual, melihat ke dalam museum dan bahkan berjalan di sekitar beberapa situs bersejarah di seluruh dunia, ”kata Zaki.

“Google Street View pada awalnya dibangun untuk membantu meningkatkan Google Maps dan telah menjadi bagian mendasar dari pembuatan peta kami," tambahnya.

Namun orang-orang telah tumbuh menggunakan pencitraan untuk benar-benar membenamkan diri di lokasi baru dan berbeda, tutupnya.(*)

Editor: M Nur Pakar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved