Senin, 1 Juni 2026

Bupati Sarkawi Mundur

BREAKING NEWS – Bupati Bener Meriah Mengundurkan Diri

Kabar mengejutkan datang dari Bupati Bener Meriah, Tgk H Sarkawi yang menyatakan mengundurkan diri sebagai Bupati Bener Meriah

Tayang:
Penulis: Budi Fatria | Editor: Muhammad Hadi
For Serambinews.com
Bupati Bener Meriah, Tgk H Sarkawi. 

Putra Gayo itu juga meminta agar Sarkawi berkerja dengan tulus dan ikhlas dengan mengedapankan asas transparansi dan akuntabilitas, dengan menjalankan program pembangunan yang prorakyat.

“Juga bisa memperkuat langkah-langkah fasilitasi dan pengawasan pelayanan kepada masyarakat sehingga prioritas harus mementingkan rakyat,” tegasnya.

Nova juga menyinggung tentang pembangunan jembatan Enang-Enang.

Menurutnya, dibutuhkan aparatur yang kompeten sehingga perencanaan pembangunan ruas jalan tersebut bisa cepat terealisasi seperti diharapkan.

Dampingi Keluarga, YARA Laporkan Dua Oknum Polisi Pemukul Orang Gangguan Jiwa ke Polres Aceh Timur

Sementara itu, Sarkawi mengatakan, untuk memajukan dan membangun Bener Meriah ia mustahil bekerja sendiri.

Untuk itu, perlu berkerja sama secara sinergi dengan pihak-pihak lain, dengan tujuan menyejahterakan masyarakat setempat.

“Kabupaten Bener Meriah terdiri atas 10 kecamatan, 27 kemukiman, dan 233 kampung. Kita harus bergerak bersama-sama dan bersinergi untuk masyarakat agar lebih sejahtera,” ujarnya.

Sebagai penerus tongkat estafet kepemimpinan di kabupaten itu.

Sarkawi berharap mampu mewujudkan visi yang telah dirumuskan bersama sebelumnya, yakni menjadikan Bener Meriah yang islami, harmoni, maju, dan sejahtera.

Diduga Terlibat Penindasan Minoritas Uighur, AS Tambah Daftar Blacklist Perusahaan China

“Visi ini dirumuskan selain berlandaskan pada kondisi dan potensi daerah, juga didasari oleh kecenderungan berbagai masalah yang selama ini dihadapi oleh daerah kita,” ujarnya.

Menurut Sarkawi, ada tiga tantangan besar yang dihadapi Bener Meriah terkait dengan pertumbuhan ekonomi.

Yakni, peningkatan sektor pertanian, penanggulangan dan pengentasan kemiskinan, serta sektor kesehatan dan pendidikan.

“Kemudian tantangan yang terkait dengan pembangunan, tata kelola pemerintah, dan kesenjangan pembangunan, terutama di daerah marginal dan masih tergolong tertinggal.

Seperti sebagian wilayah di Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kecamatan Permata, Kecamatan Mesidah, dan Kecamatan Syiah Utama,” ujarnya.

Diduga karena Bullying, Pegulat Berdarah Indonesia Hana Kimura Tewas Bunuh Diri, Sempat Tulis Maaf

Ia yakin, bersama dengan DPRK Bener Meriah sebagai sesama unsur penyelenggara pemerintahan, punya komitmen yang sama bahwa program yang direncanakan benar-benar menyentuh dan prorakyat dengan berpijak pada konsep pro-growth, pro-job, pro-poor, dan pro-environment.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved