Sabtu, 16 Mei 2026

Banjir Bandang di Aceh Tengah

Pemkab Aceh Tengah Tanggung Sewa Rumah Korban Banjir Bandang

Pemkab Aceh Tengah menanggung biaya sewa rumah bagi korban banjir bandang yang sebelumnya ditampung di posko pengungsian karena rumah mereka hancur.

Tayang:
Penulis: Mahyadi | Editor: Taufik Hidayat
Dokumen Gebetan
Kondisi salah satu rumah di Aceh Tengah rusak parah akibat diterjang banjir bandang. Warga butuh cangkul dan serokan untuk membersihkan material longsor yang memenuhi rumah. 

Laporan Mahyadi | Aceh Tengah

SERAMBINEWS.COM, TAKENGON – Posko pengungsian korban banjir bandang Paya Tumpi, di Komplek SD Negeri 3 Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah sudah tidak ditempati lagi oleh para pengungsi.

Pasalnya, pemerintah setempat telah menanggung biaya sewa rumah bagi para korban yang sebelumnya ditampung di posko pengungsian karena rumah mereka hancur diterjang bencana banjir bandang.

Reje (Keucik) Kampung Paya Tumpi Baru, Idrus Saputra ketika dihubungi Serambinews.com, Minggu (24/5/2020) menyebutkan, beberapa hari lalu, Bupati Aceh Tengah, tidak membolehkan ada korban banjir bandang tinggal di posko pengungsian saat merayakan hari raya Idul Fitri.

“Bagi para korban ini, biaya sewa rumahnya sebesar Rp 5 juta per KK ditanggung oleh Pemkab Aceh Tengah,” kata Idrus Saputra. 

Menurut Idrus Saputra, berdasarkan data, ada 11 KK yang mendapat bantuan biaya sewa rumah dari pemerintah, sehingga tidak ada lagi yang harus tinggal serta merayakan lebaran di tenda pengungsian.

“Klasifikasi penerima bantuan ditentukan oleh pihak BPBD dengan melihat tingkat kerusakan akibat bencana banjir bandang. Rata-rata korban ini, rumahnya sama sekali tidak bisa lagi ditempati sehingga harus berada di tenda pengungsian,” jelasnya.

Dia sebutkan, kondisi terakhir paska musibah banjir bandang yang terjadi beberapa waktu lalu, masih dalam tahap pembersihan sisa sisa lumpur yang menutupi saluran air serta ada bebarapa rumah warga yang proses pembersihannya belum rampung.

“Statusnya masih darurat, sampai dengan tanggal 26 Mei 2020 nanti. Jika kondisi membaik, akan segera memasuki tahap pemulihan,” sebut Idrus Saputra. 

Di sisi lain, lanjut Idrus Saputra, pihaknya sudah mengusulkan kepada pemkab setempat, untuk dapat segera melakukan evaluasi penanganan bencana banjir bandang Paya Tumpi.

“Ada beberapa hal yang harus dievaluasi, diantaranya distribusi bantuan yang masih menumpuk di gudang posko, penggunaan dana sumbangan, termasuk personel yang bertugas di posko,” ungkapnya. 

Meski begitu, Idrus Saputra menyampaikan aspresiasi sebesar besarnya kepada semua pihak yang telah membantu meringankan beban para korban bencana banjir bandang di Kampung Paya Tumpi Baru dan Kampung Paya Tumpi Induk.

“Di tengah mewabahnya virus corona, masih banyak pihak yang memberikan perhatian penuh kepada korban banjir bandang. Kami mewakili segenap warga disini, mengucapkan banyak terimakasih,” pungkasnya.(*)

Jamaah Shalat Idul Fitri di Aceh Tengah tak Seramai Tahun Lalu

Tangis Pecah, Bupati Bener Meriah Curhat Kondisi Kesehatannya

Ini Jadwal Pesawat Wings Air Terbang Kembali ke Bandara Malikussaleh Aceh Utara

Gustave, Buaya Raksasa yang Telan 300 Manusia Selama Hidup, Tak Pernah Bisa Dibunuh Meski Pakai AK47

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved