Viral Medsos
Bocah Penjual Kerupuk Ini Sering Dibully dan Diintimidasi, Jualannya Pun Tega Dihancurkan
Bocah penjual kerupuk dari Sabah, Malaysia ini sering alami penindasan. Bahkan, jualan kerupuknya sering dihancurkan oleh pelaku.
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Safriadi Syahbuddin
SERAMBINEWS.COM - Baru-baru ini viral di media sosial tindakan intimidasi yang dilakukan sekelompok orang kepada seorang bocah penjual kerupuk di Sabah, Malaysia.
Insiden intimidasi terjadi di sebuah kota bernama Putatan yang terletak di Sabah pada hari Sabtu, (23/5/2020) lalu.
Insiden ini dibagikan oleh seorang wanita, Daylirn di akun Facebook dan postingannya telah menyebar dengan 10 ribu kali dibagikan oleh warganet.
Awalnya, pengguna akun Facebook Daylirn sedang berjalan-jalan dengan suaminya di kota saat keduanya ingin berbelanja kebutuhan dapur.
Tiba-tiba, mereka mendengar teriakan dan segera pergi untuk memeriksa dari mana asal suara tersebut.
Akhirnya, keduanya menemukan sumber suara dan ternyata suara itu berasal dari seorang bocah lelaki yang tengah duduk di tangga.
• Viral, Satu Keluarga Nari Tiktok, Mak dan Ayah Ikut Begoyang dengan Kompak
• Harta Orang Terkaya di Indonesia Menurun Ratusan Triliun Rupiah Akibat Terdampak Pandemi Covid-19
• Gempa Guncang Selandia Baru, PM Jacinda Ardern Sedang Siaran Langsung di Televisi
Dengan kondisi yang memprihatinkan, keduanya langsung bertanya kepada bocah yang menangis dan menanyakan apa yang terjadi.
Bocah itu kemudian memberi tahu mereka bahwa seorang anak telah datang dan menghancurkan beberapa bungkus kerupuk yang dia jual.
Daylirn yang tengah hamil enam bulan segera berangkat untuk mencari pelaku penindasan.
Namun, pelaku intimidasi telah melarikan diri dengan cepat.
Suami Daylirn kemudian memberi bocah malang itu RM10 atau sekitar Rp. 34.000 untuk menutupi kerugiannya.
• Kasus Rumah Janda di Beutong Nagan Raya Terbakar Malam Lebaran, Ternyata Ini Sumber Api
Pasangan suami istri itu kemudian bertanya kepadanya apakah penindas itu sering dilakukan kepadanya dan dia mengatakan jika intimidasi ini sering diterimanya.
"Ya, ini terjadi setiap hari."
“Saya berangkat untuk menjual kerupuk ini setiap pagi jam 8 pagi dan saya hanya bisa pulang jam 4-5 sore.”
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/bocah-penjual-kerupuk-yang-mengalami-intimidasi.jpg)