Luar Negeri
Cina Paksa 69.000 Perusahaan Produksi Masker
Pemerintah Cina memaksa 69.000 perusahaan, termasuk para pekerjanya untuk memproduksi masker.
SERAMBINEWS.COM, BEIJING – Pemerintah Cina memaksa 69.000 perusahaan, termasuk para pekerjanya untuk memproduksi masker.
China Youth Daily melaporkan pada 4 April 2020, sekitar 69.000 perusahaan Cina terlibat dalam bisnis masker.
19.000 Di antaranya muncul setelah 25 Januari 2020, sehari setelah Wuhan dikunci dan negara itu melihat semakin banyak pembatasan untuk mengekang sebaran virus.
Laporan itu menambahkan produksi masker harian Cina telah mencapai 450 juta lembar, dibandingkan dengan lebih dari lima miliar untuk seluruh 2019.
Pemasok telah kesulitan untuk memenuhi permintaan.
"Mereka juga memiliki alasan yang cukup, dengan mengatakan pemerintah telah meminta mereka untuk mengalihkan produksi ke bahan anti-epidemi utama," kata Shen.
Dia mengatakan kepada AFP, Selasa (26/5/2020):
"Ini bukan masalah dengan kapasitas produksi kami, tetapi masalah dengan pemasok dan seluruh rantai industri China."
Seorang manajer yang bermarga Yang di Jiaxuan Household Items mengatakan:
"Mustahil untuk mendapatkan kain bukan tenunan untuk keperluan lain seperti produk rumah tangga,”
Dia menambahkan perusahaannya telah menunda produksi barang-barang lain untuk membuat masker.
Shen mengatakan dia khawatir tentang dampak pasokan bahan baku dari luar China.
"Kami benar-benar belum dapat memproduksi barang," katanya.
Dia menambahkan setengah dari produksi non-masker perusahaan digunakan untuk diekspor.
"Pelanggan telah bernegosiasi dengan kami, mengatakan mereka meminta kami meningkatkan produksi."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/produksi-masker-cina.jpg)