Senin, 1 Juni 2026

Luar Negeri

Grand Bazaar Istanbul, Pasar Tertua dan Terbesar di Turki Masih Mencekam

Grand Bazaar Istanbul, Turki, salah satu pasar tertua, terbesar, dan paling banyak dikunjungi wisatawan masih mencekam.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP/Ozan KOSE
Fatih Kurtulmus, Ketua Dewan Grand Bazaar berpose di depan pasar yang telah menjadi ikon Kota Istanbul, Turki pada 20 Mei 2020. 

SERAMBINEWS.COM, ISTANBUL - Grand Bazaar Istanbul, Turki, salah satu pasar tertua, terbesar, dan paling banyak dikunjungi wisatawan masih mencekam.

Tempat campuran berbagai bahasa, budaya, dan perdagangan yang riuh telah berdengung selama berabad-abad.

Tetapi, sudah ada tanda-tanda kehidupan di pasar ketika pekerja kota berkeliaran di gang-gang yang sepi.

Menyemprot lantai, kolom dan dinding depan pintu yang dibuka kembali pada Senin (25/5/2020) untuk pertama kalinya seusai ditutup dua bulan.

Bazaar, rumah bagi hampir 3.000 toko, 30.000 pekerja ditutup pada 23 Maret 2020.

Tindakan itu untuk membendung penyebaran virus Corona yang telah menewaskan 4.300 orang Turki.

 Para pejabat mengatakan telah menjadi penutupan terpanjang dalam sejarah pasar yang berusia lebih dari 550 tahun.

Terkecuali saat pemadaman kobaran api setelah terjadi kebakaran besar dan gempa bumi.

Pasar biasanya dikunjungi oleh 150.000 orang setiap hari.

Tahun lalu, 42 juta orang datang dimana para pedagang meneriakkan kesepakatan dalam berbagai bahasa untuk memikat wisatawan ke toko mereka.

 Sekarang semua toko tutup, kecuali sekitar 20 kantor bursa dan perhiasan yang tetap buka karena alasan ekonomi.

Tetapi, hanya pelanggan khusus yang diterima seusai ada janji temu.

Pekerja menyemprotkan cairan disinfektan ke pasar Grand Bazaar, Istanbul, Turki pada 20 Mei 2020.
Pekerja menyemprotkan cairan disinfektan ke pasar Grand Bazaar, Istanbul, Turki pada 20 Mei 2020. (AFP/Ozan KOSE)

VIDEO - Jet Tempur Angkatan Udara Turki Uji HGK-84, Tingkatkan Akurasi Bom di Segala Medan Cuaca

Turki Bakar Dolar AS, Topang Lira dari Kejatuhan

Turki Pulangkan Puluhan Ribu Warga dari Berbagai Negara, Agar Mereka Bisa Ramadhan Bersama Keluarga

"Insya Allah kami akan buka kembali dengan cara yang sehat mulai 1 Juni," kata Fatih Kurtulmus, Ketua Dewan Grand Bazaar kepada AFP, Rabu (27/5/2020).

"Saya memiliki keyakinan, kita akan mulai bisa menerima wisatawan mulai pertengahan Juni," katanya di dalam pasar bersejarah itu.

Kurtulmus menambahkan belum banyak kegiatan yang diharapkan pada minggu-minggu pertama ini,

"Saya percaya wisatawan akan terbang ke Istanbul pada akhir Juni, karena mereka tidak dapat melakukannya tanpa ... Grand Bazaar, Hagia Sophia, dan Masjid Biru," tambahnya.

Bazaar ini terletak di semenanjung Istanbul, rumah bagi Masjid Sultanahmet, juga disebut Masjid Biru, dan gereja kuno yang berubah menjadi masjid museum Hagia Sophia.

Grand Bazaar dibangun pada 1455, dua tahun setelah Ottoman merebut Istanbul

 Saat itu dikenal sebagai Kota Konstantinopel dari Bizantium.

 Pasar berkembang, berkembang pesat dengan meningkatnya kerajaan Ottoman.

Pada abad ke-17 ia telah mengambil bentuk seperti saat ini, memberi pasar bazaar nama Turki Kapalicarsi (pasar tertutup).

"Kami harus mengambil jeda karena COVID-19 yang telah mengguncang dunia,” katanya.

 “Kami juga harus memprioritaskan keselamatan dan kesehatan pedagang dan para pengunjung,"ujarnya.

Setelah Turki mengumumkan kasus pertama pada pertengahan Maret 2020, pemeriksaan kesehatan dilakukan terhadap para pedagang pasar.

Tujuh pedagang dipastikan positif virus corona, kata Kurtulmus.

Dia menambahkan mereka mungkin telah terinfeksi oleh banyak wisatawan di pasar yang padat ini.

Bazaar akan dibuka kembali berdasarkan aturan ketat yang ditetapkan oleh kementerian kesehatan.

Meliputi penggunaan masker dan batasan jumlah pelanggan yang diizinkan masuk.

Pedagang khawatir karena pasar tidak mungkin melihat banyak wisatawan datang .

Turki secara bertahap mengurangi batasannya, termasuk membuka pusat perbelanjaan.

Pekerja Kota Fatih menyemprotkan cairan disinfektan ke Masjid Suleymaniye sebelum dibuka kembali pada hari terakhir liburan Idul Fitri 1441 H di Istanbul, Turki, Selasa (26/5/2020).
Pekerja Kota Fatih menyemprotkan cairan disinfektan ke Masjid Suleymaniye sebelum dibuka kembali pada hari terakhir liburan Idul Fitri 1441 H di Istanbul, Turki, Selasa (26/5/2020). (AFP/Yasin AKGUL)

"Pariwisata adalah tulang punggung perekonomian Grand Bazaar.”

“Kita akan melihat kapan para wisatawan akan dating lagi," kata Ayhan Oguz, seorang pemilih toko perhiasan di gang utama bazaar.

"2020 tampaknya menjadi tahun kerugian bagi kami.”

“Jika bisnis kembali normal, pariwisata dibuka dan penerbangan dilanjutkan pada September 2020, saya yakin kami juga akan kembali normal," katanya.

Namun, pembuat perhiasan lain, memiliki pandangan yang lebih suram:

"Kita sedang surut. Bagaimana kita akan membayar sewa?"

"Toko saya tetap buka tetapi tidak ada pelanggan, tidak ada bisnis," tambahnya.

Kurtulmus menunjukkan semua sejarah bahwa pasar telah bertahan.

"Saya memiliki keyakinan bahwa Grand Bazaar akan bangkit dengan penuh semangat dan mengkompensasi kerugian ekonomi pada akhir tahun ini," tutup Kurtulmus.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved