Senin, 1 Juni 2026

BGN Sebut 2.213 SPPG Masih Berstatus Suspend Hingga Akhir Mei 2026

Program Makan Bergizi Gratis terus dievaluasi untuk memastikan kualitas layanan dan keamanan pangan bagi penerima manfaat.

Tayang:
Editor: Mursal Ismail
Serambinews.com/HO
MBG - Program Makan Bergizi Gratis terus dievaluasi untuk memastikan kualitas layanan dan keamanan pangan bagi penerima manfaat. Foto ilustrasi dibuat menggunakan Chat GPT. 

Ringkasan Berita:
  • BGN mencatat 2.213 SPPG masih berstatus suspend hingga akhir Mei 2026 dari total 27.208 SPPG yang beroperasi di seluruh Indonesia.
  • Penyebab suspend meliputi masalah mutu gizi, sanitasi, infrastruktur, tata kelola organisasi, hingga insiden kesehatan yang dialami penerima manfaat.
  • Sebanyak 5.969 SPPG yang sebelumnya disuspend telah kembali beroperasi, sementara evaluasi dan pengawasan Program MBG terus diperketat.

SERAMBINEWS.COM - Program Makan Bergizi Gratis terus dievaluasi untuk memastikan kualitas layanan dan keamanan pangan bagi penerima manfaat. 

BGN mencatat lebih dari 8.000 SPPG pernah dikenai sanksi suspend sejak program dimulai pada Januari 2025.

Sebagian besar SPPG yang disuspend telah kembali beroperasi setelah memenuhi persyaratan teknis dan administrasi.

Namun hingga akhir Mei 2026, masih terdapat 2.213 SPPG yang belum memenuhi standar yang ditetapkan.

Penyebab suspend beragam, mulai dari persoalan mutu gizi, infrastruktur, hingga tata kelola organisasi.

BGN juga menindak tegas pelanggaran yang berpotensi membahayakan kesehatan penerima manfaat.

Baca juga: Oknum Prajurit TNI Aniaya Pemuda Gegara Asmara, Pelaku Cemburu Pacar Digoda

Penguatan standar sanitasi, manajemen, dan pengawasan menjadi fokus utama dalam evaluasi program.

Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap kualitas pelaksanaan Program MBG semakin baik dan manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat.

Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkapkan sebanyak 2.213 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah masih berstatus suspend atau penghentian sementara operasional hingga akhir Mei 2026.

Keputusan suspend tersebut merupakan hasil evaluasi yang dilakukan berdasarkan masukan masyarakat, laporan pemerintah daerah, temuan inspeksi mendadak (sidak), serta hasil pemantauan terhadap sejumlah insiden yang dialami penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik S. Deyang, mengatakan sejak program MBG dimulai pada 6 Januari 2025 hingga 29 Mei 2026, sebanyak 8.182 SPPG dari total 27.208 unit yang beroperasi di seluruh Indonesia pernah dikenai sanksi suspend.

"Terhitung sejak program MBG dimulai pada 6 Januari 2025 sampai 29 Mei 2026, dari total 27.208 SPPG yang saat ini sudah beroperasi di seluruh Indonesia, sebanyak 8.182 SPPG sudah pernah di-suspend," kata Nanik di Jakarta, Minggu (31/5/2026).

Baca juga: KKP Perluas Akses Ekspor ke China, 638 Unit Pengolahan Ikan Kantongi Izin

Di Wilayah I yang meliputi Pulau Sumatera, terdapat 5.968 SPPG yang beroperasi.

Dari jumlah tersebut, 148 unit masih berstatus suspend. Sebanyak 10 SPPG dikenai sanksi akibat kejadian menonjol, sementara 138 lainnya terkait masalah infrastruktur, tata kelola organisasi, dan standar mutu gizi.

Sebanyak 610 SPPG yang sebelumnya disuspend telah kembali beroperasi.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved