Breaking News:

Keuchik Dipecat

Bupati Ramli: Pelantikan Kembali Keuchik yang Dipecat Tergantung Usulan Tuha Peut

Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah meminta Bupati Aceh Barat, Ramli MS untuk mengangkat kembali sejumlah keuchik yang diberhentikan sebelumnya.

Penulis: Sa'dul Bahri | Editor: Taufik Hidayat
SERAMBINEWS.COM/SA'DUL BAHRI
Bupati Aceh Barat, Ramli MS 

Laporan Sa’dul Bahri | Aceh Barat

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Menanggapi surat Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, surat bernomor 141/7582 yang meminta Bupati Aceh Barat, Ramli MS untuk mengangkat kembali sejumlah keuchik yang diberhentikan sebelumnya sesuai dengan keputusan Mahkamah Agung (MA). 

Menyangkut dengan perihal tersebut, Bupati Aceh Barat Ramli MS menegaskan, dirinya akan melantik kembali keuchik yang telah dipecat itu jika ada usulan dari parangkat Tuha Peut Gampong dari desa masing-masing.

Bupati Aceh Barat Ramli MS menanggapi masalah tersebut kepada wartawan, Kamis (28/5/2020) menjelaskan, bahwa pemecatan keuchik yang selama ini terjadi di Aceh Barat karena atas permintaan masyarakat sendiri, termasuk usulan dari tuha peut gampong.

Dibeberkannya, bahwa keuchik yang dipecat tersebut, karena diduga melakukan tindak pidana korupsi dana desa, berdasarkan bukti yang ada setelah dilakukan audit oleh pihak inspektorat.

“Keuchik yang dipecat tersebut memang terbukti melakukan penyelewengan dana desa, bukan dugaan lagi memang benar berdasarkan hasil audit Inspektorat,” ungkap Ramli MS.

Sementara terkait permintaan Pemerintah Aceh yang meminta agar kepala desa yang sudah diberhentikan agar dilantik kembali sesuai putusan Mahkamah Agung RI, maka pihaknya mengaku siap menjalankannya. Namun untuk melantik kembali para keuchik yang dipecat itu dengan syarat perangkat Tuha Peut Gampong mengusulkan kembali dari desa.

“Kita sudah surati camat untuk duduk bersama dengan tuha peut guna mengusul kembali keuchik yang sudah dinonaktifkan itu. Ketentuan tersebut diperlukan karena tuha peut merupakan lembaga tertinggi di desa yang memiliki kewenangan atas pelantikan para keuchik saat ini,” jelasnya.

dikatakannya, menyangkut hal tersebut sejauh ini belum ada satu pun jawaban dari tuha peut gampong yang bersedia mengusulkan kepada Pemerintah Aceh Barat untuk dilantik kembali keuchik yang sudah dipecat itu.

Bupati Aceh Barat juga menyarankan agar wartawan datang ke kepolisian, kejaksaan dan inspektorat di Aceh Barat untuk menanyakan berapa banyak uang negara yang berhasil diselamatkan, terkait dugaan tindak pidana korupsi yang diduga dilakukan oleh sejumlah oknum keuchik yang sudah dinonaktifkan itu.

Menyangkut dengan hal tersebut Pemerintah Aceh Barat tentu memiliki bukti seperti kwitansi mereka mengembalikan uang negara. Dan apakah dengan mengembalikan uang hasil diduga korupsi akan menghapus perkara hukum, juga belum tentu.(*)

400 Orang Lebih Kabur dari Pusat Karantina Covid-19 Malawi, Warga Khawatir Penyebaran Wabah Corona

Laganya Dengan Masvidal Terancam Gagal, Kamaru Usman Pilih McGregor

Kemungkinan Liga 1 dan Liga 2 Musim 2020 Diganti 2020-2021, Berikut Komentar PT LIB

VIDEO - Ratusan Masyarakat Terjaring Penertiban Aturan Pemakaian Masker di Banda Aceh

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved