Luar Negeri
Syarat Baru Naik Wahana Rollercoaster di Jepang, Dilarang Menjerit, Ini Alasannya
Larangan teriakan itu dikhawatirkan lantaran bisa menimbulkan droplet beterbangan dan menyebarkan virus melalui udara.
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Safriadi Syahbuddin
Selain tetap menjaga kebersihan dan mengenakan masker, pedoman taman juga mendesak para pengunjung untuk tidak "berbicara dengan keras" atau "berteriak" di tempat-tempat wisata.
Itu berarti Anda tidak diizinkan berteriak ketika menaiki permainan rollercoaster bahkan ketika anda merasa sangat-sangat ketakutan dan merasa tertantang sekalipun.
Aturan ini disebabkan oleh ketakutan akan transmisi Covid-19 yang dapat disebarkan melalui teriakan pengunjung, hal itu dikhawatirkan lantaran bisa menimbulkan droplet beterbangan dan menyebarkan virus.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam The Proceedings of National Academy of Sciences pada 13 Mei mengungkapkan bahwa tindakan sederhana berbicara menyebabkan ribuan tetesan yang dilepaskan di udara, tetesan itu dapat melayang di udara selama 8 hingga 14 menit.
Hal Ini menjelaskan bagaimana “berbicara secara normal saja dapat menyebabkan penularan virus melalui udara di lingkungan yang terbatas”, terutama tempat-tempat yang ber-AC seperti kantor, restoran tertentu atau toko-toko kecil yang mengapa memakai masker dianjurkan.
• George Floyd Tewas Tercekik Saat Dibekuk Polisi, 4 Orang Dipecat, Kekerasan Picu Kemarahan Warga
Tetap menjaga jarak sosial di taman bermain
Pihak taman bermain juga mendorong pengunjung untuk menjaga jarak 1 meter antara orang-orang dalam antrian.
Wahana tertentu seperti wahana Realitas Virtual, misalnya, tidak akan beroperasi karena akan sulit untuk mendisinfeksi dan mempertahankan jarak sosial di dalam wahana permainan. (Seraminews.com/Firdha Ustin)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ilustrasi-rollercoaster.jpg)