Luar Negeri
Jam Malam Dilonggarkan, Warga Arab Saudi Tetap Bandel, Abaikan Protokol Kesehatan
Ketika periode jam malam 24 jam berakhir, warga Arab Saudi mulai keluar rumah.Kesempatan itu dimanfaatkan penduduk untuk berliburan Idul Fitri 1441
Dia menambahkan:
"Toko-toko yang penuh sesak perlu ditangani.”
“Tetapi banyak hal dapat ditangani dengan tenang, tanpa bereaksi berlebihan dan perfeksionisme dari beberapa orang."
“Sayangnya, tidak banyak yang memahami bahaya virus, dan apa yang bisa mereka lakukan terhadap orang yang mereka cintai,” tutup Mughram.
Abdulfattah Al-Qahtani, dosen Universitas juga memberi tweeted.
“Beberapa memuji upaya beberapa toko populer yang menegakkan jarak sosial.”
“Seperti Starbucks di Madinah, di mana foto yang beredar di media sosial menunjukkan orang-orang antre menunjukkan sebagai "perilaku berkelas,” tulis Al-Qahtani.
Abdullah Al-Humaid, (@abn_humaid) juga berkomentar:
“Sangat menyenangkan melihat kesadaran seperti itu ditampilkan di masyarakat kita.”
“Mereka adalah orang yang menjaga jarak sosial sambil mengenakan sarung tangan dan masker wajah. ”
Sementara itu, banyak yang menuju ke jalan-jalan Riyadh untuk mendapatkan kembali kondisi normal.
"Tentu saja, aku pergi. Saya membawa ibu dan saudara perempuan pergi ke mal terdekat untuk memberi beberapa barang, ”kata Sarah Al-Jasser yang berusia 26 tahun kepada Arab News.
Namun, Al-Jasser mengatakan tidak dapat memasuki toko-toko di dalam mal karena antrean panjang.
“Saya terkejut, orang-orang keluar sepagi ini. Kami berada di mal pada jam 9:30 pagi dan tidak menyangka akan sepadat ini, ”katanya.
Pada jam 2:30 siang sebagian besar toko dan mal sudah ditutup dan kosong dari pelanggan dan pemilik toko, mematuhi jam malam sampai jam 3 sore.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/warga-arab-saudi-mulai-keluar-rumah-di-jeddah.jpg)