Luar Negeri
Jam Malam Dilonggarkan, Warga Arab Saudi Tetap Bandel, Abaikan Protokol Kesehatan
Ketika periode jam malam 24 jam berakhir, warga Arab Saudi mulai keluar rumah.Kesempatan itu dimanfaatkan penduduk untuk berliburan Idul Fitri 1441
SERAMBINEWS.COM, JEDDAH - Ketika periode jam malam Arab Saudi 24 jam berakhir, warga mulai keluar rumah.
Kesempatan itu dimanfaatkan penduduk untuk berliburan Idul Fitri 1441 H yang dimulai Jumat (29/5/2020).
Tetapi, terjadi perubahan drastis, ketika orang-orang bergegas mengambil keuntungan dari langkah baru Kerajaan.
ArabNews, Jumat (29/5/2020) melaporkan, jalan-jalan dengan cepat menjadi ramai kembali.
Tetapi, banyak warga yang tidak mengindahkan protokol kesehatan, jarak sosial atau memakai masker dan sarung tangan saat keluar rumah yang telah ditetapkan Kerajaan.
Pangeran Abdulrahman bin Mosaad, tweeted di Twitter:
"Lalulintas kembali ramai di jalan-jalan adalah hal wajar."
"Apalagi, setelah pencabutan jam malam 24 jam."
"Tetapi, tidak dapat dipercaya, jumlah orang yang mengabaikan protokol kesehatan sangat banyak."
"Banyak yang meremehkan masker, sarung tangan dan menjaga jarak dua meter antara orang-orang yang berkerumun di toko."
"Ini baru hari pertama."
"Sayangnya, saya tidak berpikir pada 29 Syawal atau 21 Juni) akan menjadi hari kita kembali normal," tulis sang Pangeran.
• Baku Tembak Terjadi di Provinsi Asir, Enam Warga Arab Saudi Tewas
• Arab Saudi Mulai Longgarkan Jam Malam, 20 Juni Dicabut Total, Kecuali Mekkah
• Rayakan Idul Fitri, Warga Arab Saudi Hanya Bisa Melalui Video Call
Dalam sebuah tweet lanjutan, Pangeran Abdulrahman mengingatkan orang-orang bahwa virus Corona belum ada vaksin.
Dia mulai mempertanyakan, apakah orang-orang perlu kehilangan orang yang dicintai.
Dosen universitas, Abdulfattah Al-Qahtani (@ fattah53), setuju, tweeting:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/warga-arab-saudi-mulai-keluar-rumah-di-jeddah.jpg)