Breaking News:

Update Corona Aceh

Sudah Dua Kasus OTG di Aceh, Masyarakat Diminta Waspada, Selalu Ikut Protokol Kesehatan

Di Aceh sudah pernah ada dua kasus OTG yang kemudian terkonfirmasi Covid-19. Kasus pertama, remaja berinisial AR (13), asal Bener Meriah.

For Serambinews.com
Jubir Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani.     

Laporan Subur Dani | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Aceh Saifullah Abdulgani mengatakan, masyarakat Aceh perlu mewaspadai Orang Tanpa Gejala (OTG), mengingat semua orang memiliki potensi sebagai pembawa virus Corona. Saat ini pun sudah ada dua kasus OTG di Aceh yang kemudian terbukti positif Covid-19.

“OTG memiliki riwayat berada di daerah penularan dan kontak erat dengan penderita Covid-19, tapi tidak menunjukkan gejala Covid meski sudah terinfeksi dengan virus corona,” kata pria yang akrab disapa SAG itu, Jumat (29/5/2020).

Karena itu, kata Jubir Pemerintah Aceh itu, masyarakat diimbau untuk selalu waspada, menjaga jarak fisik, tidak berkumpul di tempat ramai, selalu mengenakan masker apabila berada di luar rumah, dan sesering mungkin mencuci tangan dengan sabun di bawah air mengalir selama 20 detik.

Satu OTG Warga Banda Aceh Positif Corona  

Petugas Belum Temukan OTG yang Kabur dari Tempat Isolasi di Bener Meriah

Satu OTG Positif Corona Asal Bener Meriah Diisolasi di RSUD Munyang Kute

Di Aceh sudah pernah ada dua kasus OTG yang kemudian terkonfirmasi Covid-19. Kasus pertama, remaja berinisial AR (13), asal Bener Meriah.

Penderita Covid-19 dari klaster Temboro, Jawa Timur, itu tidak menunjukkan gejala infeksi virus corona yang serius hingga ia dinyatakan sembuh seusai dirawat di RSUD Manyang Kute, Kabupaten Bener Meriah, beberapa waktu yang lalu.

“Kasus kedua, ini terbaru, OTG yang terkonfirmasi positif Covid-19 berinisial Ik (38). Warga Kota Banda Aceh itu memiliki riwayat perjalanan ke daerah penularan lokal di Sumatera Utara, namun tidak menunjukkan gejala infeksi virus corona dan kondisinya sehat-sehat saja,” kata SAG.

SAG menjelaskan, Pria Ik diketahui positif Covid-19 secara kebetulan. Ik hendak melakukan perjalanan ke luar Aceh. Pada 27 Mei 2020 ia melakukan pemeriksaan PCR swab test secara mandiri untuk memperoleh Surat Keterangan Bebas Covid-19.

Satu OTG di Langsa Jalani Isolasi Mandiri, Baru Pulang dari Wisma Atlit Jakarta

Jelang Idul Fitri 1441 Hijriah, Warga Bireuen Pulang dari Perantauan Bertambah, Ini Data ODP dan OTG

Apa Kunci Sukses Aceh Tekan Penularan Covid-19? Plt Gubernur Nova Iriansyah Ungkap Rahasianya

Hasil analisa cairan tenggorokan dan hidungnya dengan Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR), di Balai Litbangkes Aceh, ternyata Ik konfirmasi positif Covid-19.

SAG meyakini virus corona yang menjangkiti tubuh Ik bukan hasil penularan lokal di Aceh. Sebab, Ik memiliki riwayat perjalanan ke wilayah zona merah penyebaran Covid-19 yaitu Sumatera Utara.

Ik diketahui kembali ke Aceh pada tanggal 19 Mei 2020 atau dua hari sebelum “pintu” masuk Aceh di perbatasan Aceh-Sumut ditutup.

“Kini Ik menjalani perawatan di Ruang Isolasi Pinere RSUZA Banda Aceh, dan kita doakan ia segera sembuh dari Covid-19,” ujar SAG.

Surati Pemerintah Aceh, Pusat Minta Aceh Bagi Pengalaman Cara Tangani Covid-19

Marak Digunakan, Seberapa Efektifkah Penggunaan Face Shield untuk Mencegah Penularan Covid-19?

SAG menambahkan, setelah diketahui positif Covid-19, keluarga Ik dan orang yang pernah melakukan kontak secara langsung atau kontak erat dengannya akan diperiksa sesuai standar penanganan Civid-19.

Hal tersebut akan dilakukan Tim Survaillans Epidemiologi Gugus Covid-19 Aceh, dan berkoordinasi dengan Tim Gugus Tugas Covid-19 di kabupaten/kota.(*)

Penulis: Subur Dani
Editor: Said Kamaruzzaman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved