Selasa, 14 April 2026

Cegah Covid 19

Dua Puluh Orang Pekerja Asal Zona Merah Dipulangkan Paksa dari Aceh Barat

Mereka masuk ke Aceh Barat tanpa mengantongi surat izin kesehatan, dan tidak melaporkan kepada aparat desa dan pihak Gugus Tugas Covid-19.

Penulis: Sadul Bahri | Editor: Taufik Hidayat
Serambinews.com
Para pekerja asal Sumut berangkat meninggalkan Desa Lapang, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, Minggu (31/5/2020), karena ditolak keberadaannya lantaran mereka masuk tanpa izin dan berasal daerah zona merah yang rawan wabah corona. 

Laporan Sa'dul Bahri | Aceh Barat

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH - Sebanyak 20 pekerja yang baru datang dari daerah zona merah di Sumatera Utara (Sumut) pada Minggu (31/5/2020) dinihari dipulangkan paksa ke asalnya setelah satu malam sempat berdomisili di Desa Lapang, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat.

Mereka masuk ke Aceh Barat tanpa mengantongi surat izin kesehatan, dan tidak melaporkan kepada aparat desa dan pihak Gugus Tugas Corona Virus Disease (Covid-19).

Sebelumnya saat menjelang tengah malam, ditemukan dua orang warga mendatangi warung kopi di daerah mereka tinggal.

Lantas warga Desa Lapang yang mencurigai keberadaan mereka akhirnya menanyakan identitas mereka.

Dari situ diketahui bahwa mereka yang berasal dari zona merah datang dalam jumlah banyak yaitu mencapai 20 orang yang berencana bekerja sebagai tukang dan buruh bangunan.

Mereka didatangkan oleh kontraktor yang akan dipekerjakan menyelesaikan sebuah proyek pembangunan di daerah tersebut.

Namun keberadaan mereka tidak ada pemberitahuan kepada aparatur gampong, dan pihak tim gugus tugas Covid-19 di Aceh Barat, terkait upaya penanggulangan wabah virus corona.

Suasana sempat memanas, sebab para pekerja yang masuk ke daerah itu tanpa ada izin. Selain itu, mereka juga tidak mengantongi surat kesehatan dalam upaya pencegahan penyebaran wabah corona, dan membuat warga desa setempat cemas dengan kehadiran para pekerja tersebut, terlebih mereka berasal dari daerah zona merah atau daerah yang terjangkit corona.

Para pekerja sempat dikumpulkan di depan satu ruko di desa tersebut, dan aparat desa langsung menghubungi tim gugus tugas Covid-19 Aceh Barat guna dilakukan pemeriksaan kesehatan salah satunya yang dilakukan adalah pemeriksaan suhu tubuh.

"Dalam pemeriksaan suhu tubuh semua mereka dalam kondisi normal," ungkap Irsyadi Aristora tim gugus tugas Aceh Barat kepada wartawan, Minggu (31/5/2020) dini hari.

Tentang kehadiran mereka diakuinya pihak gugus mengetahui setelah mendapatkan kabar dari aparat desa dan sesegera saat itu meluncur ke lokasi, setelah diperiksa suhu tubuh ke semua pekerja itu, kondisi mereka baik-baik saja.

Namun menyangkut dengan kesehatan mereka, pihaknya tidak bisa memastikan, dan yang dapat mengetahuinya pihak kesehatan, baik di kecamatan atau tingkat kabupaten.

Sementara pihak warga Desa Lapang menolak keberadaan mereka, dan tidak memperkenankan lagi berlama-lama di daerah itu.

Sehingga pada tengah malam itu pihak yang bertanggung jawab yang membawa para pekerja sempat berusahan untuk di pindahkan ke desa lain, namun nampaknya juga di tolak.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved