Burung Pipit Serang Padi

Burung Pipit Serang Padi di Abdya, Petani Bertahan di Sawah dari Pagi Sampai Sore

Para petani harus berada di areal sawah sejak pagi hingga menjelang malam untuk menghalau burung pipit dalam jumlah besar. Jika tidak, dipastikan has

SERAMBINEWS/ZAINUN YUSUF
Petani areal sawah Cot Seutoi Desa Keude Siblah, Blangpidie, Abdya, harus menjaga tanaman padi yang mulai matang bulir sejak pagi sampai sore karena diserang hama burung pipit, Senin (1/6/2020). 

Laporan Zainun Yusuf | Aceh Barat Daya

SERAMBINMEWS.COM, BLANGPIDIE – Areal tanaman padi sawah Musim Tanam (MT) Gadu 2020 di Kecamatan Blangpidie dan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) yang mulai matang bulir, diserang hama burung pipit secara besar-besaran.

Para petani harus berada di areal sawah sejak pagi hingga menjelang malam untuk menghalau burung pipit dalam jumlah besar. Jika tidak, dipastikan hasil panen akan berkurang secara drastis akibat dimangsa burung.

Pantauan Serambinews.com, Senin (1/6/2020), areal tanaman padi yang menjadi sasaran serangan hama burung di areal sawah Kecamatan Blangpidie, terutama di kawasan Blang Cot Seutui, meliputi kawasan Desa Keude Siblah dan Kuta Bahagia (Paya). Di Kecamatan Susoh, terutama kawasan Blang Beuah Desa Pawoh.

Sebagian areal tanaman padi di kawasan Desa Lhueng Tarok, Blangpidie dan Asoe Nanggroe, Kecamatan Jeumpa karena sebagian areal padi mulai matang bulir, dan sangat disukai burung pipit.

“Burung pipit menyerangkan terutama pagi, dan sore hari,” kata Khalil, seorang remaja membantu orangtuanya menghalau burung di areal sawah Desa Kuta Bahagia. Para petani tidak ada pilihan lain kecuali harus bertahan di sawah dari pagi sampai sore untuk mengusir burung.

Areal tanaman padi yang sedang birisi dan mulai matang bulir itu dijaga secara bergiliran melibatkan anggota keluarga petani, terdiri ibu rumah tangga dan anak-anak untuk mengusir burang yang menyerang secara berkelompok.

Gadis Ini Shock Saat Dokter Bilang Hamil, Ternyata Salah Diagnosis, Kisahnya Viral di Medsos

Gadis Ini Shock Saat Dokter Bilang Hamil, Ternyata Salah Diagnosis, Kisahnya Viral di Medsos

Kisah Pilu Anak-anak Pengungsi Suriah Dipaksa Menikah di Lebanon, Gadis 13 Tahun Suaminya 28 Tahun

Dan, kawanan burung pipit dalam jumlah besar itu ketika dihalau berpindah ke lokasi lain dalam waktu tidak lama, kemudian kembali lagi.

Bang Tar, salah seorang petani areal sawah Desa Keude Siblah menjelaskan, areal tanaman padi yang tidak serius dijaga pemiliknya sehingga bulir padi sudah berubah warna menjadi putih dan tangkainya menjulang ke atas setelah dimangsa burung.

Mengatasi serangan hama burung, selain harus dijaga ketat, sebagian besar petani mengusir burung dengan cara memasang potongan platik warna perak dan hitam yang diikat pada bentangan tali di hamparan sawah.

Plastik warna perak tampak berkilau ketika dihembus angin sehingga diharapkan bisa mengusir burung. Beberapa petani lainnya memasang jaring di atas permukaan hamparan sawah sehingga tidak mampu diterobos burung.

Namun, untuk memasang jaring di atas hamparan sawah butuh biaya lumayan besar.

Beragam cara dilakukan petani untuk mengusir hama burung yang tergolong ganas itu. “Bila tidak, dipastikan hasil panen akan menurun drastic dan bisa gagal,” kata Bang Tar, petani di areal sawah Desa Keude Siblah.(*)

Penulis: Zainun Yusuf
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved