Selasa, 28 April 2026

Berita Bireuen

Sekolah di Bireuen Mulai Lakukan Persiapan Rencana Aktif Belajar

Kepala sekolah dan guru jenjang pendidikan SD dan SMP di Bireuen mulai melakukan berbagai kesiapan rencana aktif belajar kembali pada 13 Juli mendatan

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/YUSMANDIN IDRIS
Drs M Nasir MPd, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Bireuen. 

Laporan Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Kepala sekolah dan guru jenjang pendidikan SD dan SMP di Bireuen mulai melakukan berbagai kesiapan rencana aktif belajar kembali pada 13 Juli mendatang sebagai awal tahun ajaran baru.

Persiapan diantaranya menyediakan sarana cuci tangan untuk murid dan guru serta kegiatan lainnya.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bireuen, Drs M Nasir MPd kepada Serambinews.com, Rabu (03/06/2020) menyangkut rencana aktif belajar pada 13 Juli mendatang.

Beberapa waktu lalu katanya, dinas telah mengadakan rapat dengan para kepala sekolah serta para guru, mereka diminta mempersiapkan sarana cuci tangan memadai, mengatur jadwal belajar sebagaimana mestinya mengikuti protokol kesehatan.

Wali Kota Subulussalam Pantau Posko Covid-19 di Perbatasan, Jelang Berakhirnya Lokasi Karantina

Menyangkut jadwal belajar katanya masih fleksibel, artinya apabila nantinya ada kebijakan pemerintah untuk menunda belajar dalam ruangan belajar maka akan diikuti sebagaima petunjuk teknisnya.

“Sekarang masing-masing sekolah mulai mempersiapkan rencana belajar dalam ruangan sesuai dengan protokol kesehatan,” ujarnya.

Teknis belajar dalam ruangan yang sedang disusun adalah sistim shif, shif bukan artian shif pagi dan sore, tetapi satu hari selang.

Misalnya, dalam satu kelas terdapat murid 30 orang, maka jadwal belajar di atur dua kelompok yaitu rombongan A dan B, rombongan A belajar pada Senin, sedangkan rombongan B belajar pada Selasa, begitu seterusnya, shifnya hari bukan shif pagi dan sore.

“Setiap sekolah telah diminta untuk mengatur proses belajar dengan sistim shif hari, bukan shif pagi dan sore,” ujarya

Dengan adanya pembagian rombongan belajar tentunya duduk dalam ruangan kelas dipastikan ada jarak sebagaimana anjuran protokol kesehatan.

Angkut Tanah Berlebihan Tanpa Terpal, Keuchik Suak Puntong Sudah Sering Ingatkan Sopir Truk

Menjawab Serambinews.com, proses belajar tercapai target atau maksimal, M Nasir memastikan tidak maksimal, dibandingkan belajar di rumah, belajar online atau belajar didampingi orang tua akan lebih baik belajar dalam ruangan dengan sistEm shif.

Hasil pemantauan jajaran dinas selama ini, proses belajar di rumah tidak maksimal dan banyak kendala.

“Ada orang tua yang belum memiliki Hp yang dapat diakses, ada oran tua memiliki Hp tetapi tidak ada
jaringan internet atau tidak mampu membeli paket.

Kemudian sebagian besar orang tua tidak sempat mendampingi anaknya saat belajar,” ujarnya.

Wastafel CSR PT Bank Aceh Syariah Bireuen Ditempatkan di Kantor dan Masjid

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved