Berita Lhokseumawe
Ini Jumlah Uang yang Dikuras Maling dari Brankas MIN 3 Kuta Blang Lhokseumawe
Polisi mengamankan 1 buah gergaji besi dan dua lembar kain taplak meja sebagai alat bukti untuk kepentingan pemeriksaan.
Penulis: Zaki Mubarak | Editor: Taufik Hidayat
Laporan Zaki Mubarak | Lhokseumawe
SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE – Kasus pencurian Laptop dan pembobolan brankas uang yang terjadi di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 3 Kuta Blang, masih dalam penyelidikan Satuan Reserse Polsek Banda Sakti, kota Lhokseumawe.
Perkembangan sementara, kasus tersebut masih dalam penyelidikan oleh tim yang sudah diturunkan untuk melacak keberadaan pelaku.
Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto, kepada Serambinews.com, Kamis (4/6/2020) mengatakan, setelah menerima laporan kasus pencurian tersebut terjadi pada selasa tanggal 2 Juni 2020.
Saat ini Kanit Res bersama personil Polsek Banda Sakti sudah melakukan langkah upaya penyelidikan dengan mendatangi TKP melakukan identifikasi serta memasang garis Police line di lokasi kejadian.
“Tim Res polsek masih mempelajari pola dan modus pencurian yang digunakan pelaku dengan merusak atau membobol brankas uang dan pencurian satu unit Laptop,” ucapnya.
Akibat kejadian tersebut, jelas Kapolres Lhokseumawe, pihak sekolah mengalami kerugian karena aset milik Sekolah tersebut telah dibawa kabur pelaku.
“Satu unit Laptop dan uang tunai senilai Rp 15 juta ludes dibawa pelaku,” katanya.
Sementara tim Reserse, lanjutnya baru mengumpulkan barang bukti di lokasi kejadian yaitu 1 buah gergaji besi dan dua buah kain taplak meja sebagai alat bukti untuk kepentingan pemeriksaan.
“Sampai saat ini Personil Polsek Banda Sakti sedang melakukan upaya penyelidikan untuk memburu pelaku pencurian tersebut,” demikian AKBP Eko Hartanto SIK.(*)
• Pembobol MIN Kuta Blang, Lhokseumawe Ditangkap
• Viral Video Pria Tampar Wanita Petugas SPBU, Diduga tak Terima Ditegur Karena Serobot Antrian
• Viral Wanita Cantik Jadi Driver Pengantar Makanan, Aksinya Menuai Pujian
• 117 Pekerja Proyek asal Sumatera Utara Jalani Rapid Test di Bener Meriah, Satu Orang Reaktif
• India Larang Jamaah Tabligh Selama 10 Tahun Masuk Negaranya
• Pemicu Demo di AS Positif Covid-19, Namun Kematiannya Bukan Karena Virus
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/minb0b0l.jpg)