Breaking News:

Kupi Beungoh

Teladan Modal Sosial Almarhum Haji Abdurrahman Kaoy

Sebagai ulama dan budayawan Aceh “bergelar” singa podium, beliau meninggalkan banyak sekali teladan bagi generasi masa depan Aceh.

IST
Mantan Dekan Fakultas Dakwah UIN Ar-Raniry, A Rahman Kaoy meninggal dunia, Sabtu (23/5/2020). 

Ketika itu kami memikirkan untuk bisa ikut berkontribusi maksimal dalam upaya mempercepat rekonstruksi IAIN Ar-Raniry (belum bernama UIN Ar-Raniry) baik fisik maupun non-fisik.

Agar terorganisasikan dengan baik, bersama sekelompok sivitas akademika lainnya kami sepakat membentuk Forum Silaturrahmi Dosen IAIN Ar-Raniry di mana beliau bersedia menjadi Ketua dan kami sendiri ditunjukan sebagai Sekretaris.

Teguh memperjuangkan kebenaran

Diawali dengan amanah inilah kami menjadi sangat sering ketemu baik di Kampus maupun di rumah beliau atau di rumah anggota forum lainnya.

Melalui pertemuan-pertemuan inilah dari waktu ke waktu kami semakin dekat mengenal prinsip, sikap dan karakter beliau sekaligus keramahan di rumah beliau bersama ibu (Dra. Hj. Elbi Hasan Basri, dosen Fakultas Tarbiyah) dan kerabat keluarga yang tinggal bersama beliau. Sesuai juga dengan “gelar” sebagai singa podium dan orang pergerakan.

Beliau sangat lihai dalam menyemangati kami di dalam Forum. Beliau berulang-ulang mengatakan “kita ini hidup sebagai orang perjuangan,” jadi jangan pernah menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan dan kesulitan, dan yang sangat penting “kita selalu istiqamah dalam memperjuangkan sesuatu yang kita yakini dan sepakati adalah benar” dan kita harus bebas dari kepentingan pihak-pihak tertentu yang ”jahat”.

Maka akuratlah komentar salah seorang dosen di Whatsapp Group Dosen UIN Ar-Raniry begitu mendengar berita duka “Beliau kalau berbicara selalu berpihak kepada kebenaran dan tidak ada kepentingan apa-apa”.

Kepemimpinan seperti inilah yang selalu kami jadikan teladan dalam masa kepemimpinan kami bersama Prof. Yusny Saby sebagai team work kepemimpinan IAIN Ar-Raniry Periode Tahun 2005-2009 yang memang selalu beliau “kawal” dan dukung penuh.

Salah satu peristiwa yang tidak pernah kami lupakan adalah ketika beliau dengan setia mengawal Rektor turun dari panggung anggota senat Institut bersama kami sebagai Pembantu Rektor-III menemui para mahasiswa demonstran yang sedang “dirasuki’ oleh sikap sangat emosional.

Dengan penenangan dan “pidato berapi-api seolah-olah mendukung tuntutan mereka” yang beliau sampaikan ditambah dengan keterbukaan Rektor mendengar kritikan, para demonstran terdiam dan sepakat membubarkan aksi mereka.

Halaman
1234
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved