Breaking News:

Kupi Beungoh

Teladan Modal Sosial Almarhum Haji Abdurrahman Kaoy

Sebagai ulama dan budayawan Aceh “bergelar” singa podium, beliau meninggalkan banyak sekali teladan bagi generasi masa depan Aceh.

IST
Mantan Dekan Fakultas Dakwah UIN Ar-Raniry, A Rahman Kaoy meninggal dunia, Sabtu (23/5/2020). 

Hidup sederhanan dan murah hati

Pengenalan karakter beliau menjadi semakin mendalam dengan kegiatan lobi-lobi yang kami lakukan di Kemenag, Setneg dan Kemenko Kesra di Jakarta.

Di Kemenag dan Setneg kami berdua melakukan lobi dalam rangka mempercepat rekonstruksi IAIN pasca tsunami dan di Kemenko Kesra bersama Walikota Banda Aceh, Mawardi Nurdin (Alm) dan Rektor IAIN Ar-Raniry dalam rangka memperlancar realisasi pembangunan Masjid Oman (Al-Makmur) Lampriet Banda Aceh.

Teladan yang kami peroleh dalam kesempatan ini adalah kesederhanaan beliau. Walaupun untuk lobi pembangunan Masjid beliau berangkat dengan fasilitas Balai Kota, beliau tetap bersedia menginap bersama kami di sebuah hotel murah di kawasan Senen, dan kami selalu makan siang dan malam di trotoar jalan sekitaran hotel.

Beliau juga sangat pemurah sehingga beberapa kali saya harus “mengatur strategi” agar sekali-sekali sempat membayar harga makanan kami.

Waktu itu kami sempat menduga bahwa itu beliau lakukan karena beliau tahu kami datang dengan biaya “urunan” teman-teman Forum dan sedikit tambahan biaya sendiri, ternyata sikap pemurah dan jiwa menyumbang itu berlangsung sampai menjelang ajal beliau.

Salah seorang keponakan beliau, Nurrahmah menuturkan bahwa beliau tidak segan-segan membantu banyak kerabat dengan membiayai pendidikan dan menanggung biaya hidup mereka di samping juga membantu orang lain.   

Keluasan pengetahuan dan praktik keilmuan

Teladan hebat lainnya dari beliau adalah rasa ingin tahu beliau terhadap sejarah peradaban Islam Nusantara dan kepemimpinan sultan dan sultanah Aceh di samping  terus menekuni perkembangan ilmu dakwak, keahlian beliau sebagai dosen.

Ketika mendengar beliau menceritakan kisah Iskandarmuda, kami seperti sedang mendengar cerita-cerita “dongeng” sambil memasukkan dalam rasional pikiran apakah “benar-benar” seperti itu kisahnya.

Halaman
1234
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved