Berita Luar Negeri
Hubungan Memanas, China Peringatkan Warganya Untuk Tidak Bepergian ke Australia
China mengatakan adanya peningkatan penggunaan kata-kata dan perbuatan diskriminasi ras dan tindakan kekerasan terhadap China dan Asia di Australia.
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi
WHO akan melakukan penyelidikan independen
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah tunduk pada seruan penyelidikan dari sebagian besar negara anggotanya untuk meluncurkan penyelidikan independen virus ccorona.
Diketahui,pertama kali virus itu ditemukan di China akhir tahun 2019 lalu.
Duta Besar China untuk Australia, Cheng Jingye telah mengatakan kepada media Negeri Kangguru bahwa Australia mungkin menghadapi boikot China terhadap pariwisata dan ekspor anggur, daging sapi dan barang-barang lainnya jika pemerintah Australia mendesak penyelidikan asal usul virus corona.
• AS Minta China Hormati HAM, Tapi Polisi di Amerika Justru Gunakan Kekerasan saat Hadapi Demonstran
• Donald Trump Berlakukan Darurat Sipil di Sejumlah Kota untuk Cegah Kerusuh Meluas
China adalah pasar nomor satu untuk daging sapi Australia, menyumbang sekitar 30 persen dari ekspor.
China juga pengimpor gandung terbesar dari Australia.
Beijing secara teratur menggunakan akses ke pasarnya yang besar untuk menghukum pemerintah dari Norwegia ke Kanada dalam perselisihan politik.
Pejabat China secara rutin menolak untuk mengkonfirmasi gangguan perdagangan terkait dengan bentrokan politik tetapi menegaskan bahwa Beijing menginginkan konsesi. (Serambinews.com/Agus Ramadhan)
• Viral Medsos - Dikira Bantal Kesehatan, Wanita Ini Malah Beli Bantal Bercinta Untuk Ibunya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/bendera-australia-dan-china.jpg)