Breaking News:

Luar Negeri

Malang Benar Nasib Pengungsi Rohingya Bangladesh, Seusai Dikejar Tentara Myanmar,  Kamp Lockdown

Sekitar 1 juta pengungsi Muslim Rohingya di Distrik Cox’Bazar, Bangladesh terus terhimpit tanpa henti.Seusai dikejar-kejar tentara Myanmar

Editor: M Nur Pakar
AFP/MOHAMMAD KALAM
Pekerja membangun pusat karantina bagi warga positif virus Corona di kamp pengungsi Kutupalong, Distrik Ukhia, Bangladesh pada Kamis (4/6/2020). 

SERAMBINEWS.COM, COX’S BAZAR –  Sekitar 1 juta pengungsi Rohingya di Distrik Cox’Bazar, Bangladesh terus terhimpit tanpa henti.

Seusai dikejar-kejar tentara Myanmar dari wilayah Negara Bagian Rakhine, kini jadi buruan virus Corona.

Cox's Bazar telah mencatat 877 kasus virus Corona,  dengan wilayah Sadar Upazila di distrik tersebut memiliki jumlah infeksi 364 orang.

Cox's Bazar, rumah bagi kelompok pengungsi Rohingya terbesar di dunia, telah diberlakukan lockdown atau ditutup total.

Beberapa daerah di distrik itu bahkan telah dinyatakan sebagai zona merah oleh pihak berwenang Bangladesh.

Tingkat infeksi Covid-19 di Cox's Bazar telah meningkat pesat selama seminggu terakhir.

Sedangkan Pemerintah Bangladesh mengakhiri kuncian secara nasional, lapor kantor berita Bangladesh, bdnews24, seperti dikutip TimesNews, Sabtu (6/6/2020).

Administrator Distrik Cox;s Bazar, Md Kamal Hossain mengatakan komite lokal, dalam pertemuan darurat pada Jumat (5/6/2020) tentang pencegahan virus Corona.

Dikatakan, sudah diputuskan untuk lokcdown atau menutup total seluruh area pengungsi Rohingya hingga 20 Juni 2020.

Di kamp-kamp Rohingya, sebanyak , 35 pengungsi dinyatakan positif virus Corona baru, Covid-19.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved