Jumat, 15 Mei 2026

Luar Negeri

Malang Benar Nasib Pengungsi Rohingya Bangladesh, Seusai Dikejar Tentara Myanmar,  Kamp Lockdown

Sekitar 1 juta pengungsi Muslim Rohingya di Distrik Cox’Bazar, Bangladesh terus terhimpit tanpa henti.Seusai dikejar-kejar tentara Myanmar

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP/MOHAMMAD KALAM
Pekerja membangun pusat karantina bagi warga positif virus Corona di kamp pengungsi Kutupalong, Distrik Ukhia, Bangladesh pada Kamis (4/6/2020). 

SERAMBINEWS.COM, COX’S BAZAR –  Sekitar 1 juta pengungsi Rohingya di Distrik Cox’Bazar, Bangladesh terus terhimpit tanpa henti.

Seusai dikejar-kejar tentara Myanmar dari wilayah Negara Bagian Rakhine, kini jadi buruan virus Corona.

Cox's Bazar telah mencatat 877 kasus virus Corona,  dengan wilayah Sadar Upazila di distrik tersebut memiliki jumlah infeksi 364 orang.

Cox's Bazar, rumah bagi kelompok pengungsi Rohingya terbesar di dunia, telah diberlakukan lockdown atau ditutup total.

Beberapa daerah di distrik itu bahkan telah dinyatakan sebagai zona merah oleh pihak berwenang Bangladesh.

Tingkat infeksi Covid-19 di Cox's Bazar telah meningkat pesat selama seminggu terakhir.

Sedangkan Pemerintah Bangladesh mengakhiri kuncian secara nasional, lapor kantor berita Bangladesh, bdnews24, seperti dikutip TimesNews, Sabtu (6/6/2020).

Administrator Distrik Cox;s Bazar, Md Kamal Hossain mengatakan komite lokal, dalam pertemuan darurat pada Jumat (5/6/2020) tentang pencegahan virus Corona.

Dikatakan, sudah diputuskan untuk lokcdown atau menutup total seluruh area pengungsi Rohingya hingga 20 Juni 2020.

Di kamp-kamp Rohingya, sebanyak , 35 pengungsi dinyatakan positif virus Corona baru, Covid-19.

Sementara mencabut kuncian nasional, pihak berwenang melarang semua jenis pertemuan pribadi, keluarga, sosial, dan politik di zona tersebut.

Tentara Myanmar Buimihanguskan Rumah Muslim Rohingya di Rakhine

Kamp Pengungsi Muslim Rohingya di Bangladesh Terbakar

Bangladesh Catat Kasus Kematian Pertama Muslim Rohingya Karena Covid-19 di Kamp Pengungsian

Juga telah dinyatakan secara pasti bahwa setiap orang harus tetap di dalam rumah dan semua moda transportasi baik publik mapun pribadi dilarang beroperasi.

Satu-satunya pengecualian untuk kendaraan yang membawa barang-barang penting, dari jam 08.00 pagi sampai 08.00 malam.

Sedangkan pasar bahan makanan dan sayur-sayuran diizinkan beropersi selama delapan jam pada hari Minggu (7/6/2020) dan Kamis (11/6/2020).

Para pengungsi juga diminta untuk menjaga jarak sosial dan protokol kesehatan lainnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved