Rabu, 8 April 2026

Luar Negeri

Tentara Myanmar Buimihanguskan Rumah Muslim Rohingya di Rakhine

Tentara Myanmar dituduh membumihanguskan rumah Muslim Rohingya yang telah melarikan diri ke Bangladesh dan sejumlah negara lainnya

Editor: M Nur Pakar
AFP/Handout
Gambar satelit dari Planet Labs yang diambil 16 Mei 2020 dan dirilis oleh Human Rights Watch pada 26 Mei 2020 menunjukkan Desa Let Kar di Negara Bagian Rakhine Myanmar dibumihanguskan oleh tentara Myanmar. 

SERAMBINEWS.COM, RAKHINE – Tentara Myanmar dituduh membumihanguskan rumah Muslim Rohingya yang telah melarikan diri ke Bangladesh dan sejumlah negara lainnya.

Diperkirakan, 200 rumah dan bangunan lain dihancurkan oleh amukan api di negara yang dilanda konflik itu.

Dalam insiden itu memiliki semua ciri  pembakaran oleh militer terhadap desa-desa, kata sebuah kelompok hak asasi manusia (HRW) Selasa (26/5/2020).

Desa Kar di negara bagian barat laut Rakhine sebagian besar kosong, ketika rumah dan gedung terbakar pada 16 Mei 2020 setelah penduduk Muslim melarikan diri setahun lalu.

Human Rights Watch menggambarkan hal itu berdasarkan gambar-gambar dan foto satelit.

Militer Myanmar telah terlibat dalam perang yang semakin brutal melawan Tentara Arakan (AA), gerilyawan yang memperjuangkan otonomi bagi umat Muslim Rakhine sejak Januari tahun lalu.

Konflik itu telah menewaskan puluhan orang dan memaksa 150.000 orang meninggalkan rumah mereka.

Baik militer dan AA menyangkal bertanggung jawab atas kehancuran Desa Let Kar di Kota Mrauk U, menuduh yang lain melakukan.

Dilansir AFP, Selasa (26/5/2020), HRW tetap memberi peringatan bahwa aksi itu masuk kategori kejahatan perang.

"Pembakaran desa Let Kar bercirikan ala militer Myanmar terlihat jelas di desa-desa Muslim Rohingya dalam beberapa tahun terakhir ini," kata Phil Robertson, Wakil Direktur HRW Asia.

"Investigasi yang kredibel dan tidak memihak sangat diperlukan untuk mencari tahu apa yang terjadi,” ujarnya.

Dia berharap ada hukuman bagi pelaku pembakaran dan memberikan kompensasi kepada warga desa yang dirugikan.

Gambar satelit dari Planet Labs yang diambil pada 16 Mei 2020 dan dirilis oleh Human Rights Watch pada 26 Mei 2020.

Rakhine adalah negara bagian, di mana tindakan keras militer 2017 memaksa sekitar 750.000 Muslim Rohingya melarikan diri ke Bangladesh.

Kekerasan itu telah menyebabkan Myanmar menghadapi tuduhan genosida di pengadilan tinggi PBB.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved