Rabu, 20 Mei 2026

Polisi Amankan Nelayan dari Sumut

Polres Pidie menahan nelayan Kapal Motor (KM) Sumber Samudra yang didalamnya terpdat 32 anak buah kapal (ABK) dari Belawan

Tayang:
Editor: bakri
SERAMBINEWS.COM/M Nazar
Petugas kesehatan memeriksa suhu tubuh ABK KM Sumber Samudra di PPI di Kuala Pasi, Peukan Baro, Kecamatan Kota Sigli, Pidie, Jumat (5/6/2020). 

* Tidak Kantongi Surat Kesehatan

SIGLI - Polres Pidie menahan nelayan Kapal Motor (KM) Sumber Samudra yang didalamnya terpdat 32 anak buah kapal (ABK) dari Belawan, Sumatera Utara (Sumut). KM itu diamankan saat hendak merapat ke TPI Lhok Kuala Tari Gampong Jeumerang, Kecamatan Kembang Tanjong, Pidie, Jumat (5/6) sekitar pukul 11.00 WIB.

Kapal tangkap ikan nelayan tersebut diamankan polisi untuk pemeriksaan kesehatan terhadap ABK yang dilakukan Tim Gugus Covid-19 Pidie.  Kapal Motor dengan tekong Syamsul (53) yang lahir di Kembang Tanjong kini menjadi warga Kota Sibolga, Sumut singgah di TPI Lhok Kuala Tari, guna mengambil daun pinang dijadikan perangkap ikan di laut.

Hasil rapid test yang dilakukan petugas di Pos Pol Airud Polres Pidie di PPI Kuala Pasi Peukan Baro, Kecamatan Kota Sigli, semua ABK negatif virus Corona. Kapolres Pidie, AKBP Zulhir Destrian SIK MH, melalui Kabag Ops, AKP Wahyudi, kepada Serambi, Jumat (5/6/) mengatakan, diketahuinya KM Sumber Samudera tidak mengantongi surat kesehatan, sehingga ABK bersama tekong digiring polisi ke Pos Pol Airud Polres Pidie di PPI di Kuala Pasi, Peukan Baro, Kecamatan Kota Sigli.

Menurutnya, polisi sempat melakukan penggeledahan kapal, tapi tidak ditemukan barang ilegal. "ABK berjumlah 32 orang harus diperiksa kesehatanya menggunakan alat rapid test, karena mereka dari zona merah yang masuk ke wilayah Pidie. Sebab, secara protokol kesehatan ABK untuk mengantisipasi wabah Covid-19," jelas Wahyudi.

Dijelaskan, KM tidak bisa merapat di PPI  Kuala Pasi Peukan Baro karena dangkal, sehingga harus berhenti di tengah laut. Petugas mengunakan sekoci menjemput dua kali ABK guna dilakukan pemeriksaan rapid test melibatkan Tim Gugus Covid-19 Pidie.

Tim tersebut terdiri dari Dinas Kesehatan Pidie, Polres Pidie dan Kodim 0102 Pidie yang semuanya tergabung dalam Tim Gugus Covid-19 menggunakan alat pelindung diri (APD). Rapid test dipimpin Kepala Puskesmas Kota Sigli, dr Eliyanur, yang dilaksanakan di PPI Gampong Kuala Pasi, Peukan Baro, Kecamatan Kota Sigli.

Disebutkan, ABK yang dilakukan rapid test masing-masing bernama Abdul Karim, Ismail, Nazaruddin, Abdullah Rao, Syofyan Hamdani, Mirsan Tarigan, Ali usman Pasaribu, Amruba Sihombing, Darwis, Zuhri oktari Pasaribu, Putra prima Hutabarat, Mukhlis Hasibuan, Rafael Lubis, Muhammad Zuhri, Abdul Majid, Swandi Sipahutar, Irsan Parlindungan, Aidil Adha Sinaga, Rahmat Hasibuan, Abdi Husnaun Jambak, Iskandar, Buyung, Muslim, Sahat Simatupang, Hermansyah Simanjuntak, Adek Kurnia, Zulham Efendi, Komarudin, Anwar Nasution, Wahyudi, Piltom Zai dan Nasrol Saparuddi Tanjung.

" Hasil pemeriksaan rapid test 32 ABK dan tekong negatif dam telah diizinkan pulang untuk mencari ikan," jelasnya. Muhamamad Ihsan (53) salah satu ABK tercatat warga Kota Sibolga, kepada wartawan, kemarin, menjelaskan, datang ke pesisir Kembang Tanjong untuk mengambil daun pinang dijadikan perangkap ikan di laut. " Kapal Motor kami berhenti di tengah laut, hanya beberapa ABK turun menggunakan boat kecil mengambil daun pinang," jelasnya.(naz)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved