Jumat, 15 Mei 2026

Berita Luar Negeri

Remaja Bunuh Diri Karena tak Punya Kuota Internet untuk Ikut Kelas Online

Seorang remaja di India bunuh diri, setelah dilaporkan dia tak punya kuota internet untuk ikut kelas online.

Tayang:
Editor: Muhammad Hadi
kompas.com
ilustrasi 

SERAMBINEWS.COM - Seorang remaja di India bunuh diri, setelah dilaporkan dia tak punya kuota internet untuk ikut kelas online.

Jenazah Devika Balakrishnan ditemukan di dekat rumahnya di Valancherry, Kerala, dengan adanya botol kosong berisi cairan beracun di dekatnya.

Diyakini, Devika bunuh diri karena dia takut ketinggalan kelas selama lockdown virus corona.

Karena keluarganya tak mampu beli kuota internet.

Sang ayah yang tidak bekerja karena sakit menjelaskan, remaja 14 tahun itu sempat depresi karena tidak bisa ikut kelas online.

Ini Niat Puasa Qadha & Golongan Orang yang Wajib Bayar Utang Puasa Ramadhan

"Dia selalu mengatakan agar kami membetulkan televisi, sehingga dia bisa segera ikut kelas yang diselenggarakan daring," ujar sayahnya.

Namun seperti dilansir Daily Mirror Jumat (5/6/2020), ayahnya menerangkan mereka tak punya uang memperbaiki televisi, apalagi membeli ponsel.

Diberitakan India Today, terdapat catatan yang ditinggalkan Devika ketika mereka menggelar investigasi.

"Saya pergi," begitu ucapan terakhir dari dia.

TA Khalid: Persoalan Sapi Kurus di Saree Harus Segera Ada Solusinya

Kasus itu memantik gelombang protes di Kerala, karena menjadi bukti nyata ketimpangan di India buntut adanya pandemi virus corona.

Siswa miskin yang tinggal di pedesaan mengalami kesulitan selama wabah ini, kata Abhijith, Ketua Serikat Siswa Negara Bagian Kerala.

"Tindakan yang dilakukan pemerintah membuat para murid miskin ini berada dalam kondisi depresi dan stres karena tak bisa ikut kelas online," paparnya.

Menteri Pendidikan, Profesor C Raveendranath, memerintahkan agar Kantor Pendidikan Distrik menyelidiki kematian Devika.

Viral Poster Kelas Poligami Beredar di Media Sosial, Harga Mulai Rp 1,5 Juta

Dia menjelaskan pihaknya sudah melakukan survei terkait fasilitas murid-murid, dan memperkenalkan kelas lingkungan bagi mereka yang tak punya ponsel atau TV.

"Kami telah meluncurkan kelas daring berdasarkan pendekatan eksperimental, dan akan terus memperkenalkan kelas itu," jelas Raveendranath.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved